Header Ads

Pasca Rusuh, Pemda Singkil Telah Robohkan 6 Gereja

acehbaru.com | Singkil - Sejak, Senin 19 Oktiber 2015 – Rabu 21 Oktober 2015 pemerintah Kabupaten Aceh Singkil telah menertibkan atau dalam bahasa lain merobohkan 6 Gereja baik yang berukuran besar maupun kecil. Kamis, 22 Oktober 2015.

Pembongkaran gereja tersebut di klaim pemerintah Kabupaten itu adalah keputusan setelah kesepatakan berkompromi dengan pihak Muslim dan Nasrani
Ke enam Gereja tersebut yang dibongkar pada hari pertama adalah 3 Gereja masing-masing Gereja Katolik Desa Mandumpang, Gereja Kristen Protestan Pakpak Dairi (GKPPD) Desa Siompin dan Gereja Kecamatan Suro Misi Injil Indonesia (GMII)
Pembongkaran berlanjut pada hari kedua, masing-masing untuk bangunan Gereja, Gereja GKPPD Kuta Tinggi, dan Gereja GKPPD di Desa Tutuhan di Kecamatan Simpang Kanan.

Dan pada hari ketiga pemerintah Aceh Singkil hanya membongkar 1 unit Gereja yaitu Gereja Katolik di Desa Lae Balno Kecamatan Danau Paris Kabupaten Aceh Singki.
Pemerintah Kabupaten Aceh buru- buru melakukan pembongkaran terhadap 10 Gereja tersebut setekah Selasa, 13 Oktober 2015 pekan lalu. Ketika itu, sekelompok orang membakar Gereja Huria Kristen Indonesia (HKI) Desa Suka Makmur, Kecamatan Gunung Meriah.

Setelah itu, massa berupaya membakar Gereja GKKPD di Desa Dangguran, Kecamatan Simpang Kanan, Aceh Singkil. Namun, mereka mendapat perlawanan dari orang-orang yang menjaga gereja tersebut. Orang yang menjaga gereja melawan dengan senjata penembak babi. Akibatnya, 1 orang tewas dan tiga lainnya dirawat.

Sebelum aksi pembakaran itu. Selasa 6 Oktober 2015 Pemuda Peduli Islam (PPI) Aceh Singkil melakukan aksi damai di halaman kantor Bupati Aceh Singkil,
Pemuda Islam itu mendesak Pemerintah Kabupaten Aceh Singkil untuk segera melakukan pembongkaran terhadap sejumlah bangunan gereja illegal yang hingga kini telah berdiri di sejumlah tempat.

Pendemo juga mendesak Bupati Aceh Singkil segera membuat surat pernyataan dalam jangka waktu 7 hari terhitung sejak 06 sampai 13 Oktober 2015, untuk segera melakukan pembongkaran gereja yang tidak mengantongi izin.

Pasca demo, pada Senin 12 Oktober 2015 terjadi pertemuan Muspida, ulama, ormas Islam serta tokoh masyarakat di ruang pertemuan kantor Setdakab setempat di Pulau Sarok, Singkil. Dalam pertemuan itu terjadi kesepakatan 10 Gereja yang tidak memiliki Izin akan di bongkar. Gereja tersebut masing-masing :

1. GKPPD Desa Sukamakmur, Kecamatan Gunung Meriah
2. GKPPD Pertabas
3. GKPPD Kuta Tinggi
4. GKPPD Tutuhan
5. GKPPD Dangguran, Kecamatan Simpang Kanan.
6. GKPPD Mandumpang
7. GKPPD Siompin
8. GMII Siompin, Kecamatan Suro
9. GKPPD Situbuhtubuh, Kecamatan Danau Paris.
10. Gereja Katolik Lae Balno, Danau Paris. (ira)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.