Header Ads

Kata Kenalan Ketua DPR : Dunia Lebih Baik Jika Saddam-Qaddafi Masih Berkuasa

acehbaru.com |  New York – Kenalan Ketua Setya Novanto dan Wakil Ketua DPR Fadli Zon pada september 2015 lalu Donald Trump mengeluarkan pernyataan yang membuat banyak orang di Dunia membuka memori masa lalu yang begitu suram. Ia menyebutkan kondisi dunia hari ini lebih buruk dari masa Saddam dan Qadhafi.

“100 persen,” kata Trump saat ditanya apakah dunia akan lebih baik jika Saddam masih berkuasa di Irak dan Qaddafi di Libya dalam pernyataannya dalam acara talk show “State of the Union” di stasiun televisi CNN yang ditayangkan, Minggu 25 Oktober 2015 waktu setempat.

Kedua penguasa itu sama-sama menindas rakyat di negaranya masing-masing dan kini mereka telah meninggal dunia. Saddam yang mantan presiden Irak, dilengserkan melalui sebuah invasi yang dipimpin AS pada 2003 dan dieksekusi pada 2006.

Qaddafi yang sempat memimpin Libya selama empat dekade, ditumbangkan dari kekuasaannya seklaigus dieksekusi pada  Oktober 2011 melalui sebuah pemberontakan yang didukung NATO.

“Kini, banyak manusia dipenggal. Mereka ditenggelamkan. Saat ini jauh lebih buruk daripada di bawah kepemimpinan Saddam Hussein atau Qaddafi,” Trump menambahkan.

“Lihat saja apa yang terjadi. Libya dilanda kekacauan. Libya menjadi bencana. Irak menjadi bencana. Suriah juga bencana. Seluruh Timur Tengah. Semuanya meledak di sekeliling (Menteri Luar Negeri) Hillary Clinton dan (Presiden Barack) Obama.”

Menyebut Irak sebagai “Harvard-nya Terorisme”,  Trump mengatakan bahwa negara itu telah berubah menjadi tempat latihan bagi para teroris.

“Jika kita melihat Irak beberapa tahun silam, saya tak bilang ia (Saddam) orang yang baik. Ia sosok yang jahat, tapi situasinya saat itu lebih baik daripada sekarang,” kata Trump.

Ia melanjutkan bahwa AS seharusnya mengambil minyak dari Irak yang kini dibeli oleh Tiongkok, dan juga pergi ke Iran dan kelompok Islamic State (ISIS).

“Mereka kini punya banyak uang karena mereka mengambil minyak karena kita bodoh,” kata Trump tentang ISIS. “Saya bilang kita seharusnya mengambil minyak itu saat kita pergi dari sana.”

Trump kemudian mengungkapkan bahwa strategi kebijakan luar negerinya adalah memperkuat militer AS.

“Yang saya tahu adalah kita tengah hidup di masa Pertengahan... Kita hidup di dunia yang sangat berbahaya dan buruk,” katanya.

“Doktrin Trump sangat sederhana,” ia menambahkan. “Yaitu kekuatan. Kekuatan. Tak akan ada yang berani macam-macam dengan kita. Militer kita akan dibuat jauh lebih kuat.” (i/sumber TEMPO.CO)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.