Header Ads

Ini Kota Buruan Harta Karun, Apa Perlu Dukun?

acehbaru.com - Persoalan harta karun antara ada dan tidak. Satu musim di Aceh banyak orang sibuk mencari harta karun. tak tanggung orang pintar baik yang sadar maupun yang mabuk dihadirkan. Tapi harta karun buruan berupa emas tak kunjung di dapat.

Nah ini kesempatan terbaik mungkin bagi peminat yang bermimpi cepat gaya, dan berhayal bisa membeli apa yang disuka.

Sebuah kota kecil di Italia digadang-gadang akan menjadi lokasi perburuan harta karun terbesar, setelah sang wali kota mengumumkan akan menggali artefak kuno yang diprediksi memiliki nilai hingga US$ 1 miliar atau sekitar Rp 13,6 triliun.

Wali Kota Mario Occhiuto dari kota Calabria, Provinsi Cosenza, Italia seperti dilansir laman Express, Ahad 25 Oktober 2015, mengatakan keberadaan harta karun Raja Lalim Alaric akan membuat legenda kereta emas Nazi di Polandia menjadi tidak penting.

Alaric, penguasa Lalim Jerman yang menginvasi Italia dan menduduki Roma pada 410 Sebelum Masehi, dipercaya telah mengumpulkan begitu banyak emas, perak dan batu mulia dari berbagi daerah kekuasaannya. Termasuk peninggalan tak ternilai dari Tanah Suci yang dicuri oleh orang Romawi selama penaklukan mereka di Yerusalem.

Alaric meninggal di Cosenza. Sekelompok budak dikisahkan telah mengalihkan air dari Busento untuk menggali makam Alaric, menguburkan jasadnya bersama kuda dan semua harta yang didapatkan dari penaklukan. Setelah makam selesai, sungai dikembalikan ke situs aslinya membuat makam Alaric ditutupi dengan air.

Untuk memastikan bahwa tidak ada yang akan mengungkapkan lokasi, pasukan Alaric kemudian membunuh semua budak yang terlibat. Setelah kematian Alaric, banyak pemburu harta karun telah datang ke kota berpenduduk 70 ribu orang itu. Mereka termasuk kelompok penggali emas Nazi yang dikirim oleh Heinrich Himmler yang terobsesi oleh mitos dan legenda dari Hun kuno.

Pekan ini Occhiuto berangkat dengan delegasi teknis ke Roma di mana mereka menawarkan proyek kepada parlemen Italia. Untuk menemukan harta karun mereka akan menggunakan peralatan elektromagnetik dan radar, serta pengamatan gambar dari satelit dan pesawat.

"Kita bisa mencocokkan data historis sekarang dengan indikasi geografis", kata ahli geologi Amerigo Rota, salah satu anggota tim yang dipercaya sang wali kota.

Sebuah komite parlemen dilaporkan telah memberikan lampu hijau untuk pencarian yang akan berlangsung selama enam bulan ke depan. Dapat dipastikan kota kecil itu, ke depan, akan menjadi pusat perhatian dunia. (i/Tempo.co)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.