Header Ads

Hindari Bersinggungan Ummat, MPU Singkil Minta Masyarakat Patuhi Aturan

acehbaru.com | Singkil – Majelis Ulama Aceh Singkil mengatakan salah satu solusi damai pasca insiden pembakaran Gereja dan Kerusuhan yang terjadi, Selasa 13 Oktober 2015 lalu adalah masyarakat harus mematuhi aturan.

"Salah satu solusinya untuk kerukunan umat beragama, baik muslim maupun non muslim harus pegang teguh peraturan Undang-Undang yang berlaku, baik SKB 2 Menteri maupun Pergub Aceh No 25 tahun 2007 tentang rumah ibadah,” Ujar Ketua MPU Kabupaten Aceh Singkil H.Rasyiduddin SH, dalam diskusi terbuka “Mencari solusi damai untuk Aceh Singkil” yang berlangsung di Kantin Radio Xtra FM Rimo, Kamis 29 Oktober 2015 pagi.

Acara diskusi yang diselenggarakan Radio Xtra FM itu hadir sebagai nara sumber, Ketua MPU H Rasyiduddin SH, Wakil Ketua DPRK Aceh Singkil Yulihardin S.Ag, Kasat Binmas Polres Aceh Singkil AKP R Manurung, Ustad Hambali Sinaga dan anggota Dewan Frida Siska Sihombing, Aktivis Lsm dan Mahasiswa.

Dalam kesempatan itu Ustad Rasyiduddin juga menegaskan, masalah yang terjadi di Aceh Singkil bukan masalah agama akan tetapi permasalahan rumah ibadah tanpa izin. Hal ini terjadi karena tidak adanya kebijakan pemerintah dalam memberikan kepastian hukum terhadap pembangunan rumah ibadah di Aceh Singkil.

"Jika aturan ini dipatuhi konflik tidak akan terjadi lagi," ujarnya. Sambil menambahkan rumah ibadah yang berizin hanya 1 unit Gereja di Kuta Kerangan, empat lainnya di Desa Keras, Lae Gecih, Suka Makmur dan Napagaluh diizinkan. "Empat Undung-undung lainnya diberi izin karena toleransi umat Islam,” Tambah Ustad Rasyid

Kasat Binmas AKP R Manurung yang juga menjadi nara sumber dalam dialog tersebut tidak menafikan kericuhan yang menimbulkan kebakaran 1 rumah Ibadah dan bentrokan yang menewaskan 1 orang dan melukai 4 lainnya terjadi karena adanya kelalaian. Seharusnya jauh sebelumnya sudah dapat diantisipasi. “Pemicu adalah ada beberapa rumah ibadah tanpa izin," Katanya

Acara tersebut juga diundang Forum Kerukunan Ummat Beragama (FKUB) Aceh Singkil namun hingga acara hendak usai tidak ada satupun yang hadir,’’ ujar Putra selaku pembawa acara diskusi “Mencari solusi damai untuk Aceh Singkil” (wan)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.