Header Ads

Tugboat Asal Kepri Tujuan Meulaboh Tenggelam Di Perairan Bireuen, 11 ABK Selamat

acehbaru.com | Bireuen - Satu kapal jenis Tugboat KSD 05 berbobot 297 gross ton (GT) milik PT Bata Mitra Batam, tenggelam di lepas pantai Jangka Kabupaten Bireuen. Nakhoda dan 11 Anak Buah Kapal selamat dalam peristiwa itu. Senin 28 September 2015.

Hendri (26), nakhoda asal Jakarta Utara mengatakan Tagboat KSD 05 yang dinakhodainya berangkat sejak Rabu 23 September 2015 dari Pangkalan Tanjung Uncang Batam, Kepulauan Riau, dengan tujuan Meulaboh Aceh Barat, 6 hari mengaruingi Selat Malaka dan tiba sekitar 8 mil diperairan Jangka dan Kuala Raja Bireuen Tugboat mengalami kebocoran di bagian lambung ruang mesin kapal.

Akibat kebocoran tersebut membuat Tugboat oleng, tak ada pilihan lain bagi nakhoda dan 10 anak buah kapal (ABK), akhirnya mereka berpindah kedalam life craf (perahu karet penyelamat) hingga kemudian terbawa arus laut.

Dalam kondisi yang tidak menentu tersebut, untung saja ada sinyal Handphone seorang ABK yang berasal dari Kutacane menghubungi seorang kawannya yang bekerja di SAR tentang kabar bahwa Tugboat mereka tenggelam di perairan Bireuen, Bekal kabar tersebut akhirnya sampai kepada Kepolisian dan Basarnas di Bireuen.

“Setelah mendapatkan kabar tersebut, saya langsung menghubungi anggota di markas Airud Peudada untuk memastikannya, dan setelah itu kami kontak Tim Lanal dan Tim gabungan Basarnas dan Sar untuk melakukan operasi penyelamatan,” Ujar Kapolres Bireuen AKBP Ali Khadafi

Dengan melibatkan anggota Airud (Polres Bireuen), tim Lanal Lhokseumawe PPI Peudada, tim SAR Aceh, Tim SAR Aceh Utara, BPBD Bireuen, Basarnas, Satgas Sar Aceh Utara, serta Masyarakat Nelayan, sebanyak 11 Awak kapal Tug Boat ditemukan sedang terombang- ambing di perairan yang berjarak 8 mil laut dari pesisir pantai Kuala Raja Bireuen.

“Setelah diselamatkan, kini kita amankan di Polres Bireuen untuk menunggu pihak penjemputan dari pihak perusahaan tempat mereka bekerja,” Tambah AKBP Ali Khadafi

11 ABK itu masing-masing Hendri, (26) selaku nakhoda asal Jakarta Utara, Suhoendy Tongsimpin (26) pelaut asal Sulawesi Selatan, Hartono (43) selaku juru mudi asal Jakarta Utara, Rellus (26) juri mudi asal Aceh Tenggara, Zaid Purbiyanto (25) masinis II asal Boyolali Jawa Tengah.

Sardi (29) mualem I asal Jambi, Andyka Permana (20) juru mudi asal Cimahi Selatan, Ari Sutupo (27) mualem II asal Pulerejo Jawa Tengah, Imam Syaeful (23) masinis I asal Brebes Jawa Tengah, Umberto Wang (45) KKM asal Tanjong Priuk dam Syamsuddin (35) koki asal Jakarta Utara. (Ira)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.