Header Ads

‘Pura-Pura Bodoh’ Pemerintah, 11 Tahun Kematian Munir Belum Terungkap Otak Pelakunya

acehbaru.com | Jakarta – Aktivis Hak Azasi Manusia Munir, SH yang meninggal akibat di racun dalam penerbangan dari Singapura- Amterdam dengan menggunakan pesawat garuda milik Negara Jesatuan Republik Indonesia (NKRI) hingga kini sudah 11 tahun belum terungkap siapa otak pelakunya?

Jaksa Agung HM Prasetyo menganggap bahwa kasus Munir telah selesai. Alasannya, Prasetyo menilai tersangka pembunuhan yaitu pilot Garuda Indonesia Pollycarpus telah dihukum, sehingga dia menilai kasus ini pun tak perlu diangkat kembali.

"Loh kan sudah selesai Pollycarpus dihukum, sementara 1 lagi Muchdi PR kan bebas," kata Prasetyo disela-sela rapat dengan Komisi III DPR, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin, 7 September 2015 sebagaimana dikutip Merdeka.com

Pun begitu, aktivis HAM dan masyarakat berbagai kalangan yang menganggap bahwa pengusutan kasus pembunuhan pendiri Komisi untuk Orang Hilang dan Tindak Kekerasan itu masih di kulit tetap menuntut agar pemerintahan Jokowi tetap memprioritaskan kembali pengusutan secara tuntas kasus ini guna untuk mengungkap siapa pelaku yang telah mendesain hingga Munir terbunuh.

Di usia 11 tahun kematian Munir, sejumlah Aktivis melakukan aksi dijalanan, maupun dengan aksi dukungan lainnya. Bahkan Dandhy Dwi Laksono seorang Jurnalis yang pernah melakukan investigasi tentang kematian Munir mengajak kepada para pengguna sosmed untuk memasang avatar Munir sebagai sebuah pernyataan bahwa kita belum melupakan peristiwa tragis pembunuhan Munir.

“Tahun ini, targetnya 6 juta avatar,” kata Dandhy Dwi Laksono, salah seorang penggagas, Ahad 6 September 2015

Munir Said Thalib Al-Kathiri ia adalah keturunan Arab, lahir di Malang, Jawa Timur, 8 Desember 1964  meninggal dalam pesawat Garuda Indonesia dalam perjalanan ke Amsterdam, 7 September 2004 pada usianya umur 39 tahun. (ira)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.