Header Ads

MaTA Tuding Pengadilan Tipikor Perlambat Putusan Kasus Yayasan Cakradonya

acehbaru.com | Banda Aceh - Masyarakat Transparansi Aceh (MaTA) menilai Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Banda Aceh seperti sengaja memperlambat putusan terhadap kasus dugaan korupsi yang menimpa Yayasan Cakradonya Jumat, 18 September 2015

,“Belum dikirimkannya memori kasasi ini ke MA terkesan engadilan Tipikor Banda Aceh berupaya memperlambat putusan tetap kasus tersebut, mungkin Pengadilan Tipikor telah membangun “deal-deal” dengan terdakwa agar jabatan Sekda Lhokseumawe tetap bisa dijabat oleh DY sebelum ada kekuatan hukum tetap terkait kasus tersebut,’ Ujar Bohaqi Koordinator Monitoring Peradilan MaTA.

Berdasarkan catatan MaTA, kasus tersebut divonis bebas oleh pengadilan Tipikor Banda Aceh pada 19 Juni silam. Dalam persidangan tersebut, meskipun terjadi disenting opinion, Majelis Hakim Pengadilan Tipikor memutuskan ketiga terdakwa dalam kasus tersebut diputuskan tidak bersalah.

Menindaklanjuti putusan tersebut, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Lhokseumawe mengajukan kasasi ke MA. Berdasarkan penelusuran MaTA, memori kasasi kasus tersebut telah dikirimkan oleh JPU ke Pengadilan Tipikor Banda Aceh, namun Pengadilan Tipikor hingga kini belum menyampaikannya ke MA.

MaTA berharap. Pengadilan Tipikor Banda Aceh harus menunjukkan citranya sebagai penegak hukum, bukan malah melindungi para aktor yang terlibat. Ini penting, disamping sebagai pembelajaran tentang proses penegakan hukum juga akan memperbaiki paradigma masyarakat terhadap hukum yang kini mulai dipandang sebelah mata.

Kasus Cakradonya ini salah satu contoh, dan MaTA mensinyalir banyak kasus lainnya yang diperlakukan sama oleh Pengadilan Tipikor Banda Aceh.

Untuk itu, penting masyarakat untuk terlibat aktif dalam pemantauan peradilan di Aceh. Hal ini bertujuan agar proses hukum terhadap suatu kasus tidak ada upaya untuk diperlambat oleh aparat penegak hukum. (lia)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.