Header Ads

Ini Pengakuan Artis Pemuas Seks Pria Hidung Belang

acehbaru.com - Artis dan model cantik berinisial AS mengaku terpaksa menjadi pemuas pria hidung belang karena terdesak oleh kebutuhan ekonomi. Ia menempuh jalan pintas dengan menjajakan dirinya kepada pria hidung belang dengan tarif Rp 8-10 juta perjamnya.

“AS mengaku kepada penyidik bahwa terpaksa melakukan itu (pemuas pria hidung belang) karena untuk memenuhi kebutuhan hidupnya,” kata Kepala Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resor Kota Besar Surabaya, Ajun Komisaris Besar Takdir Mattanete, Sabtu, 05 September 2015.

Menurut Takdir, karena desakan ekonomi itu lah ia bersedia bergabung dengan mucikarinya yang berinisial BS dan YY. Dengan melayani tamu itu AS dapat mengais rezeki tambahan selain menjadi seorang artis. Bahkan, kata Takdir, selama berada di Surabaya sejak hari Senin, 31 Agustus 2015, AS telah melayani tiga pria hidung belang di salah satu hotel di Jalan Embong Malang Surabaya.

“Sejak Senin itu yang bersangkutan mengaku telah melayani tiga pria hidung belang dengan tarif antara Rp 8-10 juta perjam,” kata dia.

[caption id="attachment_25866" align="alignnone" width="300"]Anggita Sari | foto Tempo.co Anggita Sari | foto Tempo.co[/caption]

AS juga mengaku sejak awal sudah tahu bahwa grup BlackBerry Masanger (BBM) dan Facebook (FB), yang dibuat oleh mucikari YY dan BS itu adalah grup prostitusi online yang menjadi penghubung antara perempuan pemuas nafsu dengan pria hidung belang.

Dia mengaku paham dan mengetahu mengetahui apa saja yang harus dilakukan apabila ada pelanggan yang ingin membokingnya. “Namun, karena desakan ekonomi itulah yang bersangkutan bersedia melakukannya,” kata dia.

Artis dan model cantik AS itu, lanjut Takdir, mengaku tidak kenal dan tidak pernah ketemu dengan keempat SPG yang juga ditangkap di hari yang sama dengan artis AS. “Mereka mengaku tidak pernah ketemu dan hanya kenal grup BBM dan FB itu,” kata dia.

Takdir menambahkan, hingga saat ini penyidik masih terus mengembangkan dan meminta keterangan dari AS maupun empat Sales Promotion Girl (SPG).

Targetnya, polisi ingin membongkar jaringan prostitusi online itu hingga ke akarnya. “Sampai saat ini status mereka masih sebatas saksi korban trafficking, dan kami masih memburu mucikarinya,” kata dia. (i/Tempo.co)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.