Header Ads

Dr Wildan Abdullah Mpd : Bahasa Merupakan Bagian Dari Budaya

acehbaru.com | Banda Aceh –Bahasa Aceh dan Bahasa lain yang selama ini digunakan oleh masyarakat di Propinsi Aceh hanya tinggal dimulut. Artinya masyarakat hanya dapat bertutur  namun tidak mampu untuk menuliskan. Kenapa?Tak ada pembelajaran khusus untuk bahasa -bahasa ini. Buka :Berita Bahasa Aceh

Pembantu Dekan III FKIP Unsyiah, Dr Wildan Abdullah Mpd saat Talkshow yang digelar lewat program acara Cakrawala Serambi FM, Senin 28 September 2015 disebutkan pembakuan ejaan dalam Bahasa Aceh yang dituturkan oleh masyarakat saat ini haruslah menjadi prioritas bagi Pemerintah Aceh, hal itu untuk menyamakan kata walaupun terdapat perbedaan dialek. Baca :Tim Anti Maksit Langsa Ka Geudrop Lhe Droe ‘Macicah’ dan Dua Judo Mesom

“Saat ini masyarakat hanya menuturkan bahasa secara lisan, namun tidak mengetahui bentuk baku mengenai sebuah kata yang benar. Karena setiap daerah memilik dialek masing-masing terhadap penyebutan sebuah kata,” ujarnya. Baca :Haji Uma DPD : Meninggalkan Bahasa Daerah Bukti Luntur Kebangsaan

Menurutnya, solusi yang dapat dilakukan oleh Pemerintah Aceh saat ini adalah dengan membuat sebuah qanun atau peraturan gubernur (pergub) terkait ejaan Bahasa Aceh secara baku dan benar. Baca  Lethat Simpan Ganja, Peulisi Nyo Ka Mabok Keudro

Namun menurutnya, aturan itu sangat relevan jika dikeluarkan oleh Wali Nanggroe karena sesuai dengan bidangnya yakni budaya. Bahasa merupakan bagian dari budaya (i/sumber Serambi)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.