Header Ads

Diskusi Publik Bahas Perdamaian Aceh, Eh Di Hadiri Oknum TNI dan Polri

acehbaru.com | Lhokseumawe – Diskusi publik bertemakan “Jangan Usik Perdamaian Aceh” yang digelar LBH Banda Aceh Pos Lhokseumawe, Selasa, 1 September 2015 yang pesertanya Mahasiswa, LSM. dan elemen masyarakat Sipil, tiba-tiba dihadiri oknum TNI dan Polri?

Fauzan, SH Kordinator LBH Banda Aceh Pos Lhokseumawe dalam rilis yang diterima redaksi mengaku kecewa dengan kehadiran dua oknum tersebut, menurutnya kedatangan oknum TNI dan POLRI yang katanya ingin mengamankan jalannya diskusi ini. Namun saat diminta dan ditanyakan surat tugas ? Oknum tersebut berdalih ini adalah tupoksi POLRI untuk mengamankan karena ini acara masyarakat umum.

,”Pertanyaan saya, ketika setiap acara masyarakat umum harus diamankan oleh polisi, lalu kenapa acara pesta dan khitan bahkan rapat Gampong tidak diamankan seperti diskusi ini,” Tanya Fauzan heran
Fauzan melihat kedatangan oknum dari dua institusi negara tersebut merupakan suatu tindakan yang bertujuan untuk mengawasi diskusi.

,”Saya tidak tahu isu apa yang beredar di tingkat TNI dan POLRI, yang pastinya tindakan tersebut telah mencidrai proses demokrasi di negara yang telah merdeka selama 70 tahun,” Tambah Fauzan

Atas kejadian ini, kata Fauzan, pihak LBH akan menyurati lembaga/institusi terkait untuk menanyakan kepastian apa maksud dan tujuan mereka hadir dalam diskusi tersebut. “Jika ingin silaturahmi maka pintu LBH selalu terbuka untuk mereka.”
Diskusi

Disamping ada insiden yang penuh tanda tanya tersebut dan membuat kepala kita kembali mengingat apa yang pernah kita rasakan dikala masa darurat militer silam, namun para Mahasiswa, beberapa LSM, dan masyarakat sipil, yang sudah terkumpul tetap melanjutkan acara diskusi tersebut.

“Perserta diskusi sadar akan hak-haknya yaitu berkumpul, berserikat dan menyatakan pendapat yang dilindungi secara tegas oleh Konstitusi negara ini yaitu Pasal 28E ayat (3) UUD 1945. Apalagi diskusi tersebut bukan untuk mengkambing hitamkan pihak-pihak tertentu, siapapun dia wajib menjaga perdamaian di tanah rencong”. (ira)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.