Header Ads

Dikritik Soal Trump Amirika, Fadli Zon Ancam Somasi Imam Mesjid

acehbaru.com | Jakarta – Kritikan pertemuan Ketua DPR Setya Novanto dan Wakil Ketua DPR Fadli Zon dengan calon presiden Amirika Serikat dari Partai Republik untuk pemilu Amerika Serikat tahun 2016, Donald Trump, yang dilakukan Shamsi Ali (64), Imam besar Masjid Raya Al Hikmah New York berbuntut panjang. Shamsi Ali diancam somasi.

Ancaman itu disambut anggota Dewan Perwakilan Rakyat, Adian Napitupulu. Anggota DPR dari PDIP ini memilih membela Shamsi terkait dengan ancaman yang dilayangkan Wakil Ketua DPR Fadli Zon yang dikutip dan diunggah Shamsi di Facebook . "Raja judi dipuji, imam masjid disomasi," ujar Adian dalam komentar tertulisnya, Ahad, 5 September 2015 sebagai mana ditulis Tempo.co

Ia mengeluhkan sikap Fadli yang justru menuntut Shamsi Ali atas komentarnya di Facebook. Ia menyayangkan bahwa kritik terbuka yang dilontarkan Shamsi Ali atas kehadiran Ketua DPR Setya Novanto beserta Fadli Zon saat bertemu dengan Donald Trump harus berujung somasi. Menurut dia, Shamsi Ali bukanlah politikus. "Ia berbicara bukan untuk kursi di DPR, melainkan karena agama yang mewajibkan ia berbicara benar tanpa harap imbalan," ucapnya.

Ketua DPR Setya Novanto bersama beberapa anggota DPR lain, termasuk Fadli Zon, pada Rabu, 2 September 2015, terlihat hadir pada acara jumpa pers Donald J. Trump di New York. Hal ini banyak menuai kritik pedas, baik dari sesama politikus maupun publik. Pasalnya, Donald Trump merupakan salah satu kandidat Presiden Amerika Serikat dari Partai Republik yang cukup banyak menuai kontroversi. Ia dikenal sebagai sosok yang rasis. Lebih lanjut, menurut Adian, Donald Trump adalah orang kaya raya di dunia dan salah satu raja kasino.

Kritik juga dilayangkan Shamsi Ali lewat aku Facebook-nya. Salah satunya, dalam pesannya kepada Fadli Zon, ia mengungkapkan kekecewaannya terhadap anggota DPR yang malah melakukan kunjungan ke AS di tengah kesulitan ekonomi yang dialami Indonesia. "Saat bangsa ini menghadapi kesulitan ekonomi dengan jatuhnya harga rupiah, seharusnya pejabat negara kita semakin sensitif," kata Shamsi Ali.

Menanggapi kritik yang diungkapkan Shamsi, Fadli merasa telah difitnah. Dalam pesannya yang diunggah di Facebook, Fadli menyatakan akan melakukan somasi terhadap Shamsi sebagai pelanggaran Undang-Undang ITE apabila komentarnya tidak dikoreksi.

Hal inilah yang disesalkan Adian. Menurut dia, kritik yang dilayangkan Shamsi bukanlah suatu kesalahan. "Apa salah Shamsi Ali? Kesalahan Shamsi Ali adalah karena ia mengecam Ketua dan Wakil Ketua DPR hadir di kampanye raja judi. Kesalahan Shamsi Ali hanya satu, yaitu ia berkata BENAR!" tutur Adian dalam komentar tertulisnya. (i/ Tempo.co)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.