Header Ads

Crane Jatuh di Masjidil Haram, 34 Jamaah Indonesia Jadi Korban

Data dan jumlah korban crane jatuh di Masjidil Haram, Mekah, terus bertambah. Sebelumnya dilaporkan, enam anggota jemaah asal Indonesia mengalami luka-luka dan satu lain meninggal. Namun, hingga pukul 03.00 WIB, Sabtu, 12 September 2015, setidaknya 34 anggota jemaah haji Indonesia diketahui menjadi korban musibah alat berat itu.

Menurut Kepala Pusat Kesehatan Haji Indonesia Fidiansjah di Mekah, sampai pukul 23.00 waktu Arab Saudi (WAS) atau pukul 03.00 WIB, dua anggota jemaah Indonesia berjenis kelamin perempuan meninggal dalam peristiwa tersebut. Sedangkan 32 orang lain mengalami luka ringan dan berat.

"Dua orang yang meninggal adalah Ibu Masnauli Hasibuan dari kloter 09 Medan (KNO 09) dan Iti Rasti Darmin dari kloter JKS 23," ucap Fidiansjah. Crane jatuh di Masjidil Haram akibat hujan lebat disertai angin kencang yang melanda Kota Mekah pada Jumat sore.

Fidiansjah berujar, anggota jemaah yang meninggal akibat tertimpa crane segera diurus maktab untuk dimakamkan sesuai dengan standar di Arab Saudi. Sedangkan mereka yang mengalami luka-luka, yakni dua laki-laki dan lima perempuan, masih dirawat di Balai Pengobatan Haji Indonesia (BPHI).

"Kondisi semuanya dalam keadaan stabil dan dalam pemulihan. Insya Allah secepatnya kita kembalikan ke kloter masing-masing," tuturnya. Selain itu, delapan korban dievakuasi ke sektor IV yang merupakan lokasi terdekat dengan Masjidil Haram.

Sisanya sebanyak 17 anggota jemaah ditangani di tiga rumah sakit, yaitu RS Al-Nur sebanyak 5 orang (4 laki-laki dan 1 perempuan), RS Zahir 11 orang, dan RS King Abdullah 1 orang. "Mari, kita doakan yang meninggal husnulkhatimah, sementara yang luka-luka bisa wukuf dan menjadi haji yang mabrur," ucap Fidiansjah.

Adapun menurut dokter Yanuar, yang menjadi anggota tim kesehatan jaga dan membantu evakuasi para korban, sebagian besar jemaah mengalami luka di bagian kepala dan kaki akibat terkena reruntuhan bangunan. "Sedangkan yang meninggal mengalami cedera berat pada kepala," ujar Yanuar.

Pada Jumat sekitar pukul 17.10 WAS, hujan lebat disertai angin kencang dan petir melanda Mekah. Berlangsung hampir satu jam, badai itu membuat banyak pohon tumbang dan kaca pecah pada sejumlah bangunan, seperti hotel dan pertokoan (Bin Dawood).

Jalan-jalan tergenang air, dan sejumlah terowongan ditutup karena khawatir ada kendaraan terjebak banjir. Akibatnya, setelah hujan reda, kemacetan, terutama akses menuju Masjidil Haram, tidak bisa terhindarkan.

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin yang sedang menyambut Presiden Joko Widodo di Bandara International King Abdul Azis, Jeddah, langsung berkunjung ke RS Al-Nur dan BPHI.

Setelah menjenguk sejumlah pasien di dua tempat tersebut, Menteri Agama langsung menuju Madinah untuk melakukan koordinasi persiapan pelaksanaan ibadah haji di Tanah Suci. Ia juga meninjau jemaah haji Indonesia yang berada di kota itu. (a/tempo.co)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.