Header Ads

Warga Teupin Reusep Ungkap Otak Pelaku Pembakar Rumah di Sawang

acehbaru.com | Aceh Utara - Sulaiman Hasbi (60), warga Desa Teupin Reusep Kecamatan Sawang, Aceh Utara, mengungkap otak pelaku pembakaran rumahnya di Dusun Padang Baro (Lhoek Kambuek) Gampong Blang Reuling Kecamatan Setempat, Rabu, 6 Mai 2015, sekitar pukul 3.30 dinihari yang lalu.

Hal tersebut terungkap saat M Ikhwani (Wani) anak laki-laki Sulaiman mencaci-maki Indris Alatif, warga Teupin Reusep dan Ridwan Yunus, Tuha Peut Gampong (Rabu, 22 Juli 2015, lalu) tersebut gara-gara pelak (Velg: pelek) motor Wani lecet akibat kecelakaan dijalan KKA tepat didepan rumah Idris, Jum'at, 17 Juli 2015, lalu.

[caption id="attachment_24443" align="aligncenter" width="702"]Kondisi Rumah Sulaiman Hasbi warga Teupin Reusep yang dibakar, Rabu, 6 Mai 2015, lalu, di Dusun Padang Baro Gampong Blang Reuling Kecamatan Sawang, Aceh Utara, Jum'at, 7 Agustus 2015. | Photo: Isbahannur/acehbaru.com | Kondisi Rumah Sulaiman Hasbi warga Teupin Reusep yang dibakar, Rabu, 6 Mai 2015, lalu, di Dusun Padang Baro Gampong Blang Reuling Kecamatan Sawang, Aceh Utara, Jum'at, 7 Agustus 2015. | Photo: Isbahannur/acehbaru.com |[/caption]

Hal yang sama juga dilakukan oleh Sulaiman Hasbi, yang mencaci maki Hamdani Ibrahim Kepala Dusun Teupin Reusep, (mereka sebut Keuchik) serta petua-petua Gampong tersebut yang tidak bertanggung jawab setelah MEMERINTAHKAN untuk MEMBAKAR RUMAH SULAIMAN. (Baca: Siapa yang Bakar Rumah Warga Teupin Reusep di Sawang?)

Alkisah, Kecelakaan sepeda motor anak Simpang Rambong vesus Shalihati anak Idris Alatif yang berlawanan arah, namun kedua motor tersebut melayang hingga menimbulkan kerusakan dibagian mesin dan lecet pelak sepmor Ikhwani anak Sulaiman Hasbi, korban sekaligus pelaku pembakaran rumahnya, yang diparkir dipinggir jalan.

[caption id="attachment_24471" align="aligncenter" width="702"]Lokasi kecelakaan di jalan KKA tepat didepan rumah Idris Alatif. |Photo: Isbahannur/acehbaru.com | Lokasi kecelakaan di jalan KKA tepat didepan rumah Idris Alatif. |Photo: Isbahannur/acehbaru.com |[/caption]

Penyelesaian kecelakaan tersebut berujung damai antara idris dengan orang Simpang Rambong Kecamatan Nisam itu, namun hingga saat ini sepmor orang Simpang Rambong tersebut masih dirumah Idris dengan kondisi rusak.

Sulaiman memilih untuk segera memperbaiki motornya dan mengeluarkan biaya untuk membeli cangkang mesin motor Wani yang retak ebesar 600.000 rupiah.

Wani, Adik Martunis Sulaiman yang pesta pernikahannya digelar dibekas rumah terbakar, 10 Juli 2015 yang lalu itu, mendatangi rumah Idris untuk memintai pertanggung jawaban terhadap pelak motor dia yang lecet dan juga minta uang 100.000 rupiah, katanya disuruh sama orang Simpang Rambong.

Namun, Idris mengatakan tidak ada uang, sedangkan pelak motornya bersedia diperbaiki usai lebaran. "hana peng, nyoe uroe raya, meunyoe tapeugot jinoe honda hana ngen kameuen uroe raya, lheuh uroe raya tapeugot, uroe-uroe raya nam, nyan katanda pat-pat yang lecet nak tapeugot" Kata Indris sambil memerhatikan pelak itu yang lecet.

Lebaran ke-6 tiba (Rabu, 22 Juli 2015), Wani kembali mendatangi Idris minta untuk menempati janjinya. Idris pun bersedia dan meminta Wani untuk mengambil pelak motornya untuk segera dibawa kebengkel.

Namun, begitu Indris melihat pelak motor tidak lagi lecet, tapi pelak sudah peot diduga kena hantaman martil, jari jari patah. Sehinga terjadi perdebatan yang berujung pada caci maki.

"neujak o.. ma neuh, hana tanggong jaweub lheuh peupok honda gob" ucap Wani dengan nada tinggi.

"bek kapeugoet buet macam macam Wani ngen ureung tuha, hana get" sahut Ridwan Yunus, anggota tuha peut Gampong Teupin Reusep, kebetulan ada disana.

Spontan saja Ikhwani menjawab dengan lantang "droe-droeneuh sa, pue ureung-ureung tuha hana utak, LHEUH YUE TOET REUMOH LONG TANGGOENG JAWEUB TAN" Kata dia dengan muka marah.

"ken masalah nyan Wani, nyoe uroesan nyoe ile tapeuteupat" tambah Ridwan.

Terus pelek tersebut dibenturkan dengan batu, Idris bilang "keupue kapeh?", kemudian lansung dibuang dengan cara digulingkan hingga roda tersebut berguling menerobos jalan KKA yang berhenti didalam kebun sawit.

Kemudian anak Sulaiman ini pulang dan datang kembali dengan sebilah parang, dengan garang dia hendak menantang Apa Rih. "jeh kajime parang, idroeneh Apa Rih kayee nyan manteng neumat, meunyoe dihayak nyan ngen bela droe" saran Ridwan Yunus yang lansung dapat respo

Belum sampai Wani menghadang Idris, suara seorang ibu pun terdengar histeris minta tolong sambil menangis, Wani lansung dipeluk, dan dibawa pulang, warga pun berdatangan. (Baca: Rumah Dibakar di Sawang Ternyata Perintah Petua Kampung )

Usai magrib, dihari yang sama giliran ayah wani, yaitu Sulaiman Hasbi, yang mendatangi Indris dan menanyakan pelek motor anaknya dibawa kemana, "pat bhan honda long? jeut droekuh peugoet" hom? bak bang Red (Ridwan Yunus: Tuha Peut) mungken ato si Ham (Kepala Dusun Teupin Reusep mereka sebut Keuchik).

[caption id="attachment_24470" align="aligncenter" width="702"]Warung Kepala Dusun Teupin Reusep di pinggir jalan KKA. |Photo: Isbahannur/acehbaru.com | Warung Kepala Dusun Teupin Reusep di pinggir jalan KKA. |Photo: Isbahannur/acehbaru.com |[/caption]

Lansung saja Sulaiman mendatangi warung Kepala Dusun, didepan warung dia berdiri, Sulaiman meminta pelek sepeda motor anaknya seraya mengeluarkan serangan berupa cacian, kata kata kotor dan membeberkan otak pelaku pembakaran rumahnya, yang disaksikan live oleh kerumunan warga yang sedang menikmati kopi. ( Baca: Kenapa Polisi Sulit Ungkap Kasus Pembakaran Rumah Warga Teupin Reusep? )

"pat bhan honda qe, toeh keunoe nak kupeugoet keudroekuh, hana tanggong jaweub meubacut pih ureung tuha, MEURUMOH TEUH LHEUH IYUE TOET HAN EK DIPEUGOT UROSAN, HANA TANGOENG JAWEUB, PAT BEUNAYUE MAA GEUH DUM" tandas Sulaiman Hasbi, yang sedang marah besar. (Baca: Apa Tujuan Rumah Warga Teupin Reusep Dibakar?)

"ureung tuha yue toet, keuchik yue toet" beber seorang sumber kepada acehbaru.com.  | SBK/MKS/ISB/IRA |

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.