Header Ads

Ternyata Tak Ada Kontak Tembak Dirumah Ridwan

acehbaru.com | Aceh Utara –Insiden yang menewaskan Ridwan (35) tahun yang semula ramai diberitakan terjadi aksi kontak tembak antara Ridwan dengan aparat keamanan  di Desa Pulo Meuria, Kecamatan Gereudong Pasee, Kabupaten Aceh Utara, Kamis, 20 Agustus 2015 sore, ternyata beda dengan keterangan  Abdisyah (50) abang kandung Ridwan.


Menurut Abdisyah (50)  tidak ada kontak tembak seperti yang diklaim pihak kepolisiaan, namun suara tembakan hanya terjadi sepihak, karena korban disergap petugas dalam posisi berada dalam rumah serta hendak melarikan diri, lalu dipanggil dan ditembak dalam jarak dekat. Akibat terkena tembakan petugas korban langsung tersungkur di samping rumah.




[caption id="attachment_24876" align="aligncenter" width="704"]Seorang anggota Timsus Polda Aceh melihat jenazah Ridwan  (35) anggota din Minimi yang meninggal pasca kontak tembak | Foto Taufiqurahman/acehbaru.com Seorang anggota Timsus Polda Aceh melihat jenazah Ridwan (35) anggota din Minimi yang meninggal pasca kontak tembak | Foto Taufiqurahman/acehbaru.com[/caption]

Pihak keluarga dilarang mendekat  jenazah korban yang sudah tergeletak tak bernyawa, mereka diminta menjauh dari lokasi  hingga dibawa ke rumah sakit Cut Meutia Lhokseumawe oleh petugas.


“Tidak ada kontak tembak dengan anggota Din Minimi, saat tertembak korban sendiri pulang ke rumah karena menderita sakit. Letusan senjata terdengar diarahkan ke belakang rumah, mengenai serta melukai pohon,” Ungkap Abdisyah. Jumat, 21 Agustus 2015




[caption id="attachment_24885" align="aligncenter" width="726"]Anggota polisi mengevakuasi Jenazah Ridwan anggota Din Minimi Usai kontak tembak, Kamis 20 Agustus 2015 | Foto Taufiqurahman/acehbaru.com Anggota polisi mengevakuasi Jenazah Ridwan anggota Din Minimi Usai kontak tembak, Kamis 20 Agustus 2015 | Foto Taufiqurahman/acehbaru.com[/caption]

Alm Ridwan bergabung dengan kelompok Din Minini, bermula ketika membuka ladang seluas 40 hektar, lalu pasukan non organik menyisir kawasan perkampungan dan menuduh korban pemasok logistik kelompok Din Minimi, hingga trauma tidak berani pulang lalu bergabung dengan kelompok tersebut.


Usai kejadian dan berita Ridwan pulang ke ilahi pun tersiar,  sanak keluarga  terus berdatangan, Ibu korban terlihat lemah, setiap saat tiba-tiba pingsan tak sadarkan diri, ia memanggil-manggil nama korban. Pihak keluarga terus mendampingi Ibu korban yang melihat langsung insiden berdarah tersebut. Korban Ridwan meninggalkan seorang istri dan satu putri berumur 15 bulan.




[caption id="attachment_24898" align="aligncenter" width="700"]Jenazah Ridwan (35) anggota Din Minimi saat di Evakuasi ke RSU Cut Meutia Lhokseumawe, Kamis, 20 Agustus 2015 | Foto Serambinews.com Jenazah Ridwan (35) anggota Din Minimi saat di Evakuasi ke RSU Cut Meutia Lhokseumawe, Kamis, 20 Agustus 2015 | Foto Serambinews.com[/caption]

Kabid Humas Polda Aceh Kombes T. Saladin serta dikuatkan Kapolresta Lhokseumawe AKBP. Anang Triarsono, mengklaim telah terjadi kontak tembak  dengan kelompok bersenjata Din Minimi,yang menyebabkan korban bernama Ridwan tewas di lokasi dengan luka tembak karena berusaha melawan petugas, barang bukti yakni senjata api jenis AK 56, 2 megazen peluru, daun ganja dan rompi, sedangkan empat rekannya yang lain berhasil meloloskan diri.


Pengejaran terus dilakukan pihak Kepolisiaan Daerah Aceh terhadap kelompok bersenjata Din Minimi yang terus melakukan aksinya, meskipun sering terjadi kontak tembak dalam penyeregapan namun Din Minimi hingga kini masih berhasil meloloskan diri dan terus bergerilya. ( sumber juangnews)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.