Header Ads

Siapa yang Bakar Rumah Warga Teupin Reusep di Sawang?

Pasca kecelakaan dijalan KKA tepat didepan rumah Idris Alatif warga Teupin Reusep Kecamatan Sawang, Aceh Utara, 17 Juli 2015, lalu, hingga membuat marah Sulaiman dan anaknya hingga membongkar otak pelaku pembakaran rumahnya,  Rabu, 6 Mai 2015, sekitar pukul 3.30 dinihari yang lalu.

Dari mulut Sulaiman dan anaknya, M Ikhwani alias Wani mengeluarkan kata-kata yang sama bahwa pembakaran rumahnya atas perintah Keuchik dan Tuha Peut dusun tersebut. (Baca: Warga Teupin Reusep Ungkap Otak Pelaku Pembakar Rumah di Sawang)

[caption id="attachment_24446" align="aligncenter" width="702"]Kondisi Rumah Sulaiman Hasbi warga Teupin Reusep yang dibakar, Rabu, 6 Mai 2015, lalu, di Dusun Padang Baro Gampong Blang Reuling Kecamatan Sawang, Aceh Utara, terlihat barang pecah belah milik Ibu PKK Teupin Reusep. Jum'at, 7 Agustus 2015. | Photo: Isbahannur/acehbaru.com | Kondisi Rumah Sulaiman Hasbi warga Teupin Reusep yang dibakar, Rabu, 6 Mai 2015, lalu, di Dusun Padang Baro Gampong Blang Reuling Kecamatan Sawang, Aceh Utara, terlihat barang pecah belah milik Ibu PKK Teupin Reusep. Jum'at, 7 Agustus 2015. | Photo: Isbahannur/acehbaru.com |[/caption]

Banyak yang menduga pasca kejadian kecelakaan tersebut bahwa besar kemungkinan pembakaran rumah Sulaiman Hasbi, warga Teupin Reusep yang terletak di dusun Padang Baro (Lhom Kabuek/Pantoen Kaye Blang) Teritorial Gampong Blang Reuling diduga direncanakan.

"kalau pemilik rumah mengatakan demikian ya ini jelas direncanakan, coba lihat kata- kata oh lheuh yue toet reumoh gob, artinya ini perintah, ada kesepakatan, tidak gila Sulaiman bila ini tidak direncanakan, pasti ada membahas ganti rugi, siapa yang membangun rumahnya kembali, ada yang bersedia bertanggung jawab bila dibakar " kata seorang sumber.

Kala perangkat dusun Teupin Reusep memerintahkan rumah Sulaiman untuk dibakar pastinya elit-elit gampong tersebut pasti mengetahui siapa yang ditugaskan sebagai eksekutor?

Kisah seorang saksi kunci pembakaran rumah tersebut mengatakan real bahwa pembakaran rumah Sulaiman sandiwara yang direncanakan. Pasalnya semua barang milik pribadi berhasil diselamatkan, meskipun apa yang diberitakan oleh sebuah media ternama di aceh tidak ada yang berhasil diselamatkan, begitu juga pengakuan korban kepada awak polisi.

Namun kalau tidak berhasil diselamatkan, lantas kenapa dia bersama keluarganya masih menggunakan pakaian sebelum rumah dibakar silih berganti dari hari kehari? Kenapa beras isi 60 kg mampu diangkat oleh istrinya keluar rumah? kenapa Rapai disebunyikan didalam semak? kenapa jerigen berisi minyak goreng ditarok dibelakang pohon? kenapa kabel parabola terlipat rapi dan tergantung agar tidak terbakar? saat kebakaran kenapa Martunis, anak Sulaiman usai membangunkan adik Sulaiman lansung pergi dan paginya baru kembali? dan kenapa wani berani mengeluarkan kata-kata "oh lheuh yue toet reumoh lon hana soe tanggong jaweub?

Kenapa-kenapa? kalau bukan semua keluarga itu tau seluk beluk kisah ini. itu anak anak tapi tau karena sering dibahas sama keluarganya.

Saat kebakaran, semua barang berhasil diselamatkan, sebagian telah diangkut sebelumnya ke Jamuan. Seorang istri mampu menyelamatkan semua barang, sementara Sulaiman sendiri malah pura-pura kejar pelaku, dan malah pergi meninggal istri ke Teupin Reusep, trus baru datang bantuan ketika ia kembali. kenapa bukan minta bantu sama tetangga dulu? ini aneh, ya aneh karena rekayasa.

Kebakaran jam 3.30 dinihari, saat orang lelap tertidur, dengan kondisi rumah berkontruksi kayu yang sudah lapuk dibangun sejak tahun 2000 mustahil bisa menyelamatkan semua barang.

Bila petua Gampong yang memberi saran untuk membakar rumahnya sendiri lantas untuk apa? Apa yang memotivasi Sulaiman sehingga berani melenyapkan harta jerih payahnya sendiri? (Baca: Tujuan Rumah Warga Teupin Reusep Dibakar?)

Sulaiman marah sama petua kampung akibat tanggung jawab mereka tidak direalisasikan. Begitu juga petua kampung tersebut benci kepada Sulaiman karena membeberkan masalah tersebut dan beberapa masalah lain.

Didusun Padang Baro Gampong Blang Reuling, asal Sulaiman sebelumnya juga demikian hingga alamat diganti ke Teupin Reusep karena dia berseteru dengan aparat dan masyarakat Gampong.

Sebelum ke Blang Reuling, dia memiliki dua tempat tinggal sebelum diusir, diantaranya Saweuk Gampong Cot Lambideng Kecamatan Sawang, kemudian pindah ke Jamuan kecamatan Banda Baro juga karena bermasalah dengan masyarakat.

[caption id="attachment_24476" align="aligncenter" width="702"]Lokasi rencana Sulaiman membangun kembali rumahnya, di Lorong Krueng, Dusun Teupin Reusep Kecamatan Sawang, Aceh Utara. |Photo: Isbahannur/acehbaru.com | Lokasi rencana Sulaiman membangun kembali rumahnya, di Lorong Krueng, Dusun Teupin Reusep Kecamatan Sawang, Aceh Utara. |Photo: Isbahannur/acehbaru.com |[/caption]

Usai rumah dibakar, Sulaiman tinggal dirumah kosong untuk sementara di Teupin Reusep. Kini Sulaiman kembali membangun rumah di Teupin Reusep setelah menjual sepetak kebun diperbatasan Lancok dengan Blang Reuling.| SBK/MKS/ISB/IRA | 

[caption id="attachment_24475" align="aligncenter" width="702"]Lokasi rencana Sulaiman membangun kembali rumahnya, di Lorong Krueng, Dusun Teupin Reusep Kecamatan Sawang, Aceh Utara. |Photo: Isbahannur/acehbaru.com | Lokasi rencana Sulaiman membangun kembali rumahnya, di Lorong Krueng, Dusun Teupin Reusep Kecamatan Sawang, Aceh Utara. |Photo: Isbahannur/acehbaru.com |[/caption]

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.