Header Ads

Rumah Dibakar di Sawang Ternyata Perintah Petua Kampung

Meskipun sampai saat ini polisi belum mampu mengungkap dalang dan pelaku pembakaran rumah Sulaiman Hasbi (60) warga Teupin Reusep yang bermukim di dusun Padang Baro (Lhoek Kambuek/Pantoen Kayee Blang) Gampong Blang Reuling Kecamatan Sawang, Aceh Utara, namun Korban sendiri sudah mengatakan siapa dalangnya kepada warga Teupin Reusep di Warung Kopi Hamdani, Kepala Dusun tersebut, Rabu, 22 Juli 2015, lalu, usai magrib.


Hal tersebut diungkapkan oleh seorang warga Teupin Reusep kepada acehbaru.com, Kamis, 6 Agustus 2015, lalu, saat Sulaiman marah besar akibat kecelakaan anaknya dikebaran pertama, tidak ada penyelesaian oleh petua kampung. (Baca: Kenapa Polisi Sulit Ungkap Kasus Pembakaran Rumah Warga Teupin Reusep?)


Spontan saja dia mengatakan orang tua kampung tidak punya tanggung jawab, setelah menyuruh untuk membakar rumahnya tidak ada yang bertanggung jawab. Kejadian itu terungkap saat Sulaiman mengambil pelek motor anaknya yang diserahkan oleh Ridwan Yunus, Tuha Peut Teupin Reusep kepada Kadus Teupin Reusep, Hamdani Ibrahim. (Baca: Warga Teupin Reusep Ungkap Otak Pelaku Pembakar Rumah di Sawang)


“pat bhan honda qe, toeh keunoe nak kupeugoet keudroekuh, hana tanggong jaweub meubacut pih ureung tuha, MEURUMOH TEUH LHEUH IYUE TOET HAN EK DIPEUGOT UROSAN, HANA TANGOENG JAWEUB, PAT BEUNAYUE MAA GEUH DUM (dimana pelek motor saya, bawa kemari mau kuperbaiki sendiri, tidak ada tanggung jawab dikitpun orang tua kampung, rumah saya saja setelah disuruh bakar tidak sanggup diurus, tidak ada tanggung jawab)” tandas Sulaiman Hasbi, yang sedang marah besar. (Baca: Apa Tujuan Rumah Warga Teupin Reusep Dibakar?)


“ureung tuha yue toet, keuchik yue toet, hinoe keupala dusoen keuchik ikheun, (orang tua kampung yang suruh bakar, keuchik suruh bakar, disini Kepala Dusun sering disebut Keuchik") beber seorang sumber kepada acehbaru.com. Baca: Siapa yang Bakar Rumah Warga Teupin Reusep di Sawang?)


Tidak hanya Sulaiman, namun anaknya bernama M Ikhwani yang akrab disapa Wani juga menyebut otak pelaku yang sama. Wani menyebut itu tepat didepan rumah Idris Alatif, saat meminta Idris untuk memperbaiki pelek miliknya yang rusak akibat kecelakaan yang menimpa wani dengan anaknya Idris, bernama Salihah.


Kebetulan disana ada Ridwan Yunus, ketika Wani mencaci-maki Idris, begitu Indris melihat pelak motor tidak lagi lecet, tapi pelak sudah peot diduga kena hantaman martil, jari jari patah. Sehinga terjadi perdebatan yang berujung pada caci maki.


“neujak o.. ma neuh, hana tanggong jaweub lheuh peupok honda gob” ucap Wani dengan nada tinggi.


Ridwan nyahut “bek kapeugoet buet macam macam Wani ngen ureung tuha, hana get (jangan begitu Wani sama orang tua nggak baik) sahut Ridwan Yunus, anggota tuha peut Gampong Teupin Reusep, kebetulan ada disana.


Spontan saja Ikhwani menjawab dengan lantang “droe-droeneuh sa, pue ureung-ureung tuha hana utak, LHEUH YUE TOET REUMOH LONG TANGGOENG JAWEUB TAN (anda juga sama, apa orang tua nggak punya o**k, setelah suruh bakar rumah saya tidak ada tanggung jawab)” Kata dia dengan muka marah.


“ken masalah nyan Wani, nyoe uroesan nyoe ile tapeuteupat (bukan masalah itu Wani, masalah ini dulu kita selesaikan)” tambah Ridwan.


Saat ini hubungan Sulaiman dengan petua kampung memburuk, dia mulai dibenci, kami bertanya-tanya, ada apa sebenarnya, kenapa terjadi seperti ini, "dulu dituduh pelakunya orang Blang Reuling, ternyata sekarang justru dari mulut korban mengatakan bahwa pelakunya dia sendiri disuruh sama orang tua kampung, gawat that meunan" kata warga Teupin Reusep yang meminta namanya tidak ditulis.


"Bek katuleh nan lon nyan, bek sampe long long meumasalah, han ek kupike" katanya. | SBK/MKS/ISB/IRA |

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.