Header Ads

Prancis Uji Kode Puing Pesawat Temuan Pulau Reunion, Benarkah MH370?

acehbaru.com | Paris - Kepingan puing yang dipercaya sebagai bagian dari tubuh pesawat MH370 telah tiba di Paris, Prancis. Obyek yang diperkirakan merupakan bagian sayap pesawat itu diterbangkan menuju ibu kota Prancis dari pantai Pulau Reunion di Samudra Hindia. Dari sana, kepingan sayap yang biasa disebut flaperon ini akan diangkut ke laboratorium Kementerian Pertahanan Prancis di Toulouse untuk dianalisis.

Satu tim dari Malaysia Airlines telah tiba di Toulouse, Prancis, terkait dengan penemuan pecahan flaperon pesawat yang diduga milik MH370 itu. Menurut pejabat setempat, analisis penemuan ini segera dimulai pada Rabu depan di laboratorium yang juga pernah membantu meneliti penyebab kecelakaan Air France AF447 pada tahun 2009.

Sebelum melakukan pengujian lebih jauh, laboratorium militer Prancis akan menguji kebenaran temuan ini lewat nomor seri yang ada pada puing tersebut. Potongan dari sebuah koper yang ditemukan di pantai yang sama juga akan menjadi bahan analisis tim untuk mengungkap kasus hilangnya pesawat dengan 239 penumpang dan awak pesawat tersebut.

Martin Dolan, Ketua Komisioner Australian Transport Safety Bureau, sangat percaya bahwa kepingan puing tersebut berasal dari pesawat MH370. “Saat ini tidak ada catatan lain hilangnya sebuah flaperon dari Boeing 777,” ujar Dolan.

Meski begitu, ia ragu penemuan flaperon ini bisa membantu melacak lokasi jatuhnya pesawat. “Dalam kurun waktu 16 atau 17 bulan, puing yang lain pasti telah menyebar ke seluruh pelosok Samudra Hindia,” katanya kepada AFP. Pejabat Australia dan Perdana Menteri Malaysia Najib Razak mengatakan lokasi ditemukannya puing flaperon itu cocok dengan analisis para penyelidik yang ada sebelumnya.

Sejumlah badan otoritas meyakini pesawat itu keluar dari jalur penerbangan semestinya dan jatuh di bagian selatan Samudra Hindia. Perkiraan tersebut didasari deteksi satelit dari sinyal “ping” terakhir yang dikirimkan pesawat. Namun hingga kini belum ada satu pun bukti fisik yang ditemukan. Bahkan Perdana Menteri Malaysia Najib Razak telah memvonis semua awak pesawat MH370 tewas.

Sejak Maret 2014, Boeing 777 milik Malaysia Airlines dengan nomor penerbangan MH370 menghilang saat dalam perjalanan menuju Beijing dari Kuala Lumpur. Pencarian besar-besaran yang dipimpin Australia di selatan Samudra Hindia akhirnya membuahkan hasil dengan ditemukannya pecahan pesawat bagian sayap Boeing 777 atau flaperon di Pulau Reunion, yang berada di timur Madagaskar. (i/Tempo.co)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.