Header Ads

Pembuatan Waduk Teupin Keubeu Dinilai Asal Jadi

acehbaru.com | Aceh Utara - Forum Peduli Banda Baro menilai pembangunan Waduk Teupin Keubu Desa Jamuan Kecamatan Banda Baro, Kabupaten Aceh Utara diduga dikerjakan asal jadi dan tidak sesuai dengan spek dan Rencana Anggaran Biaya (RAB), Kamis,06 Agustus 2015

Tajuddin, S.sos Ketua Forum Peduli Banda Baro Kepada Acehbaru.com mengatakan proyek pembangunan waduk Teupin Keubu di kecamatan bandar baru di nilai dibuat asal jadi.

Proyek bernilai 10 milyar tersebut. Menjadi prioritas pembangunan yang masuk saat musrembang tahun 2014, proyek dengan menggunakan anggaran dana otsus pemerintah aceh tersebut pekerjaan pembangunan waduk tersebut dikerjakan oleh PT Arifa Sentosa.

" Pembangunan waduk tidak sesuai dengan Rab, karena pasir untuk ngecor bercampur tanah," Kata Tajuddin

Selain pasir yang bercampur dengan tananh, dia juga menemukan tanah yang di gunakan untuk melakukan penimbunan tanggul penahan air juga menggunakan tanah buangan berwarna hitam.

" Tanah untuk menimbun tanggul penahan air, menggunakan tanah buangan yang ber warna hitam, tanah tersebut biasanya masyarakat gunakan untuk pupuk kelapa sawit". Sambung Tajuddin.

Ketua Forum Peduli Banda Baro tersbut menyimpulkan bahwa pelaksanaan proyek pembangunan waduk tersebut di kerjakan asal jadi oleh kontraktor, tanpa mempertimbangkan efek dari pembangunan waduk tersebut.

" Bila tidak dikerjakan sesuai RAB maka waduk tersebut akan Jebol, dan menimbulkan bencana untuk masyarakat seperti jebolnya Situ Gintung di Pulau Jawa,". Lanjut tajuddin

Untuk itu dia sangat mengharapkan semua pihak, Masyarakat, dinas, pengawas untuk bener bener mengawasi pelaksaan pekerjaan tersebut sehingga tidak akan menimbulkan efek dan bencana di kemudian hari.

Sementara itu Wardi kontraktor pelaksana dari PT Arifa Sentosa saat dikonfirmasi reporter acehbaru.com melalui sambungan telpon pada jam 15.20. Wib siang mengatakan, bahwa anggapan tersebut tidak bener, karena selama ini pihaknya mengambil material dari Sawang dan juga dari Paya Bakong.

"Pemindahan pasir untuk mengecor menggunakan alat berat, mungkin saja alat berat tersebut mengambil pasir agak dalam sehingga tanah jiga ikut bercampur, saya rasa pasir tidak mungkin kita buat sedemikian rupa"Sebut Wardi.

Wardi menambahkan, tenaga kerja yang digunakan juga warga desa disana, sehingga tidak semua nya di kerjakan dengan menggunakan alat berat.

Di singgung dengan Forum peduli banda baro, Wardi mengatakan bahwa Forum tersebut bukan untuk memperlancar pembangunan waduk, namum Forum untuk memperlambat pembangunan waduk.

Wardi melanjutkan informasi tersebut tidak akurat, walau pun tadi ada diambil data nya berupa tanah satu plastik.

" Itu tidak akurat informasi nya, memang tadi mereka ada mengambil sampel nya, namum sampel yang diambil itu sampel yang ngak bagus, saya rasa pekerjaan kami sudah sangat lumayan,". Ujar Wardi melalui Sambungan telpon.

Masalah penimbunan, tanah tersebut sudah di uji melalui lap, dan juga dalam pembangunan waduk tidak ada tanah yang didatangkan.

"Tanah tidak ada yang didatangkan, jadi di situ ada tanah yang berbatu dan juga tanah yang berpasir,jadi kita uji lap itu yang layak, karena tanggul itu lebih kurang 6 meter,"Sebut Wardi

Menurut Wardi, pengerjaan proyek tersebut masih baru, dan mereka mempunya masa kontrak sampai akhir Desember nanti. Jadi proyek ini banyak sekali yang memantau, jadi kita tidak ada pengerjaan proyek waduk Teupin Keubeu itu asal-asalan. (Tfq)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.