Header Ads

Memilih Beli Makan Ketimbang Bendera

acehbaru.com | Lhokseumawe - Jelang hari momen nasional memperingati 70 tahun HUT RI, rumah-rumah warga di Aceh terlihat aman damai tanpa bendera. Tidak diketahui alasan kenapa, hingga menyebabkan warga memilih untuk tidak menaikkan bendera merah putih didepan rumahnya.

Merah putih hanya terlihat ditempat tempat mudah terlihat seperti jalan nasional, jalan kecamatan sebagian, dan rumah toko, sementara didalam seperti tidak terjadi apa apa?

Mungkin saja lupa atau memilih melakukan hal-hal lain yang lebih menguntungkan untuk diri dan keluarganya? Tapi ketika orang tuanya lupa kan bisa saja anak-anaknya yang menaikkan bendera? Homlah, tak naik pikir kita apa yang dipikirkan warga yang memilih tidak menaikkan bendera.

Yang jelas, sejak pengumuman digelentar-gelentorkan oleh petua kampung lewat pengeras suara hingga terdengar kedua bahkan hampir ketiga desa tetangga, untuk memberitahukan warga anak mengibarkan bendera merah putih, jelas disebutkan bendera merah putih, BENDERA MERAH PUTIH didepan rumah masing masing begitu juga kios atau warung kopi.

Tapi apa yang terjadi? Sepanjang jalan kecamatan hanya terlihat beberapa, tidak semua. Apalagi dirumah warga dikampung kampung, hampir tidak terlihat didepan rumah atau dipintu gerbang.

Ketika kita mulai memberanikan diri untuk bertanya dengan gaya diskusi, tentang pengumuman pengibaran bendera. "Iqe han ek kujak peureumeun nyan, nabuet kuh laen" kata mereka.

Mereka mengajak penanya untuk berfikir, coba banyangkan seandainya saya menaikkan bendera pastinya harus mencari tiangnya dulu yang bagus, kita buat mengkilat, pake cat biar bagus.

Pertanyaan pertama, apakah waktu saya terbuang sia-sia, energi saya terkuras percuma, belum lagi beli cat dan bendera. "Nyoe peng tan meusiblah pih lamkeh, bek ile tapeugah keu aneukmiet jak ikula singeh, meukeu bate keh hana peng, itu belum beli ikan dan beras, sisanya setengah kilo lagi dirumah "obat bapak lagi yang diserang TBC, sama bapakku juga kurang gizi maka diserang itu penyakit, mungkin karena kecapean kurang makanan karena sibuk urus bendera dulu, kalo nggak kena PDL nomer 42 full muka.

Kita sibuuk mikirin negara, sementara negara? Justru memberikan kepada penyelenggara negara, kita harus cari sendiri, juga harus nyumbang kepolisi kalo ketemu dijalan pas lupa pake helm atau nggak bawa SIM.

Terlanjur sok pengen tau bergaya aktivis hobi diskusi, ternyata duluan dia makan garam. Key-key keunoeng ceuramah cot uroe, teulah kujak tanyeng nyan. | ISB |

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.