Header Ads

KontraS: Cara Bunuh Anggota Din Minimi Melawan Prosedur Hukum

acehbaru.com | Banda Aceh - Perbuatan tim Polda Aceh yang menembak mati Junaidi alias Beureujuek (30) di SPBU Batuphat Kecamatan Muara Satu, Kota Lhokseumawe, Kamis 27 Agustus 2015, lalu , dinilai sebagai tindakan yang sangat tidak bermoral dan keluar dari prosedur hukum.

Koordinator KontraS Aceh, Hendra Saputra menilai apa yang dilakukan oleh pihak kepolisian bukanlah sebuah tindakan untuk melumpuhkan, dimana kalau untuk melumpuhkan seharusnya bukan di dada dan leher tembakannya akan tetapi di kaki, disisi lain kalaupun harus dilumpuhkan kenapa musti menggunakan senjata api sedangkan korban tidak bersenjata, seharusnya pihak kepolisian bisa juga melumpukkan dengan tanggan kosong saja.

[caption id="attachment_25138" align="aligncenter" width="700"]Lokasi eksekusi mati Junaidi alias Beureujuek di SPBU Batuphat Kecamatan Muara Satu Kota Lhokseumawe, Kamis, 27 Agustus 2015, sore. |Photo: Ist| Lokasi eksekusi mati Junaidi alias Beureujuek di SPBU Batuphat Kecamatan Muara Satu Kota Lhokseumawe, Kamis, 27 Agustus 2015, sore. |Photo: Ist|[/caption]

Tindakan yang dilakukan kepolisian saat sudah sangat menyalahi aturan yang dibuat oleh kepolisian sendriri sebagaimana diatur dalam Peraturan Kapolri [Perkap] No 1 Tahun2009, dimana dalam pasal 5 menjelaskan tentang tahapan kepolisian dalam upaya penggunanan kekuatan, dimana penggunaan senjata api merupakan upaya terkahir dalam penggunakan senjata api  bukan upaya pertama.

"akan tetapi selama ini upaya penggunakan senjata api yang lebih ditonjolkan oleh pihak kepolisian kita, hal ini menunjukan kalau Polda Aceh gagal menerapkan prinsip polmas yang selama ini sudah dibangun di Polda Aceh" Kata Hendra.

|Rilis|

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.