Header Ads

Kondisi Keamanan di Aceh Memang Sengaja 'Dipelihara'

acehbaru.com | Banda Aceh - Kejadian di hari Sabtu 8 agustus 2015 dan Minggu 9 agustus 2015 lalu sangat mengusik kenyamanan masyarakat Aceh. Bom rakitan yang meledak di Lhokseumawe dan perampokan menggunakan senjata api di Aceh Tamiang, menjadi teror baru bagi masyarakat Aceh yang baru sebentar mencicipi rasa aman.


Terkadang timbul pertanyaan di benak kita, mengapa teror senjata api seakan tak pernah berhenti di Aceh? Meski sempat tenang beberapa bulan, teror itu kembali muncul dan selalu memakan korban jiwa.


Pengamat politik dan militer, Aryos Nivada menyebut teror di Aceh sengaja 'dipelihara' oleh pihak tertentu, untuk melancarkan kepentingan pribadi maupun kelompoknya. "Aceh itu hotspot konflik yang memang sengaja dipelihara. Saya sudah meneliti dari 2006 hingga sekarang, situasi keamanan seperti ini (konflik) memang dikondisikan," ujarnya lewat sambungan telepon, Selasa, 11 Agustus 2015.


Aryos menambahkan, apapun motifnya, Aceh memiliki letak strategis yang merupakan akses vital di skala nasional maupun internasional. Posisi ini menurutnya menjadikan Aceh sebagai pusat perhatian dan menjadi rebutan 'kekuatan besar'. "Bayangkan saja, pabrik narkoba ada di sini, tentunya mereka (bandar) butuh pengamanan bersenjata. Belum lagi ada institusi tertentu yang sengaja menjual senjata dan pembuatan senjata rakitan oleh oknum tertentu," jelas dia.


Dalam Cakrawala edisi Selasa, 11 Agustus 2015, tim mengangkat Salam Serambi edisi hari ini yang berjudul, "Makin Ngeri, Senjata Api Ilegal di Sekitar Warga." Hadir sebagai narasumber internal, Redaktur Pelaksana Serambi Indonesia, Yarmen Dinamika. Sementara via telepon ada pengamat politik dan militer, Aryos Nivada.


Yarmen menegaskan, faktanya ada banyak senjata yang belum dimusnahkan pascakonflik yang masih menjadi PR pihak keamanan. Dia menambahkan, dua perampokan bersenjata dan ledakan bom rakitan yang terjadi dalam tahun ini terjadi di daerah bekas konflik.


"Artinya masih ada kelompok yang memiliki senjata ilegal dan masih ada yang belum terselesaikan di sana. Kita angkat topik ini sebagai bentuk keprihatinan kita dan kewaspadaan," demikian Yarmen. | aceh.tribunnews |

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.