Header Ads

Ketua DPRK Lhokseumawe : Soal Bendera, Bek Jijak labo Meulisan Bak Rung Kamo

acehbaru.com | Lhokseumawe – Usia tanggal perdamaian Aceh yang sudah berjalan 10 tahun, namun sejumlah butir dalam perjanjian 15 Agustus 2005 yang kemudian diaplikasi dalam UUPA belum semua poin terlaksana dengan baik. Salah satunya soal Bendera dan lambang Aceh .

,”Bagi kami bendera jangan cuma disahkan saja, dan Bek jijak Plee Meulisan bak Rung kamo Aceh (Artinya jangan ngomong manis tapi perbuatan sebaliknya), hari ini yang kami butuh adalah persoalan perdamaian Aceh harus diselesaikan oleh pemerintah Republik Indonesia, yaitu soal MOU Helsinki,”Ujar Ketua DPRK Kota Lhokseumawe M. Yasir

Dia menambahkan pemerintah pusat seperti sengaja mengulur waktu ‘dipeu enteuk-enteuk’ soal Qanun Bendera dan Lambang Aceh yang telah disahkan DPR Aceh pada, Jumat malam, 22 Maret 2013 lalu. yang hingga kini terjadi ini dan itu saat mau dikibarkan.

“Orang tua kami dan unsur politik Aceh sudah sering ke Jakarta untuk mempertanyakan masalah Aceh. Tapi Jakarta tidak serius untuk menyelesaikan hak Aceh sesuai dengan MoU Helsinki dan UUPA,”terangnya.

Menurutnya Pemerintah Indonesia tidak ikhlas untuk memberikan kewenangan terhadap Aceh. “Kami atas nama masyarakat Aceh, yang sudah diperjuangkan oleh endatu kami Alhmarhum Tgk Hasan Muhammad Tiro, sampai sekarang kami siap mati untuk memperjuangkan hak-hak rakyat Aceh yang lebih bermartabat,”Tegas M. Yasir. (ira/man)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.