Header Ads

Kenapa Polisi Sulit Ungkap Kasus Pembakaran Rumah Warga Teupin Reusep?

Sudah tiga bulan umur kasus pembakaran rumah Sulaiman Hasbi (60) warga Teupin Reusep Kecamatan Sawang, Aceh Utara, yang dibakar, Rabu, 6 Mai 2015 lalu, didusun Padang Baro (Lhoek Kambuek/Panton Kayee Blang) Gampong Blang Reuling, namun belum ada hasil.

Hingga saat ini, polisi sudah memeriksa sembilan saksi termasuk warga yang mengkonsep surat yang dikirim oleh pemerintah Gampong Blang Reuling kepada warga Teupin Reusep yang bermukim dalan wilayah hukum mereka, sebelum rumah dibakar tersebut.

Termasuk Keuchik yang meneken surat, warga yang mengirim surat kepada keluarga korban, dan pihak lain yang ikut menerima surat itu. Sebab, surat itu juga ditembuskan ke keuchik dan muspika, sebut Polsek Sawang seperti dilansir, aceh.tribunnews.com.

Sabtu 16 Mai 2015, Polisi memeriksa Nawawi Haitami, Keuchik Blang Reulieng, kecamatan setempat sebagai saksi dalam kasus dugaan pembakaran rumah Sulaiman Hasbi (60), warga Desa Teupin Reusep, kecamatan yang sama. Sebab, sehari sebelum rumah itu dibakar, korban menerima surat yang diteken keuchik Blang Reulieng, yang berisi meminta korban agar segera pindah dari lokasi itu dan tak mengadakan pesta.

Tapi, menurut Iptu Bukhari, penyidik belum bisa menetapkan tersangka dalam kasus itu. Sebab, masih membutuhkan penyelidikan lanjutan. “Kepada penyidik, Nawawi mengaku meneken surat itu setelah dikonsep aparat desanya,” ujar Bukhari.


Keuchik Teupin Reusep, Ibrahim Mahmud mengatakan, dirinya juga diperiksa polisi sebagai saksi karena ikut menerima surat permintaan agar warganya pindah dari desa tersebut. Surat itu, lanjut Keuchik, diterimanya dari warga Blang Reulieng. “Kami berharap polisi segera mengungkap siapa yang membakar rumah warga kami itu,” haranya. (Baca: Warga Teupin Reusep Ungkap Otak Pelaku Pembakar Rumah di Sawang)


Walaupun warga Teupin Reusep, Kecamatan Sawang, Aceh Utara meminta polisi mengusut tuntas kasus pembakaran rumah Sulaiman Hasbi (60), namun kenyataan berkata lain, polisi belum menetapkan satupun tersangka. Padahal, warga sudah memberikan keterangan yang diperlukan.


Sulaiman Hasbi, sebagai korban mengaku “Saya tak tahu lagi proses di polsek karena tak ada informasi apapun. Sekarang saya terpaksa menumpang di rumah warga, karena belum mampu membangun rumah baru,” kata Sulaiman kepada Serambi, Jumat 26 Juni 2015, lalu. (Baca: Siapa yang Bakar Rumah Warga Teupin Reusep di Sawang?)


Sebelumnya, menurut Sulaiman, Muspika Sawang pernah mengajaknya untuk berdamai dengan warga Blang Reulieng. Namun, setelah dirinya menyatakan bersedia berdamai dengan catatan rumahnya dibangun kembali dan pecah belah milik meunasah setempat yang terbakar diganti rugi, sampai kini belum ada respons. “Saya berharap polisi mengusut tuntas kasus pembakaran rumah saya. Apalagi polisi sudah dapat surat ancaman terhadap saya,” katanya.


Kepala Dusun Induk Teupin Reusep, Hamdani juga meminta polisi segera mengungkap sampai tuntas kasus itu dan pelaku dihukum yang setimpal.


Ketua Himpunan Mahasiswa Kecamatan Sawang, Muhammad Atar dalam siaran pers, kemarin juga mendesak polisi segera mengusut tuntas kasus pembakaran rumah Sulaiman.


Kapolres Lhokseumawe, AKBP Anang Tri Arsono melalui Kapolsek Sawang, Iptu Bukhari kepada Serambi, menyebutkan, sampai sekarang pihaknya masih mengumpulkan keterangan dan barang bukti untuk mengungkap kasus itu. “Penyidik sudah memeriksa tujuh saksi. Kami kesulitan mengungkap kasus itu karena tak ada saksi yang mengetahui kejadian tersebut. Korban juga tak tahui siapa yang membakar rumahnya. Tapi, kita akan terus berupaya mengungkap kasus itu,” janji Kapolsek.


Hingga saat ini banyak warga Teupin Reusep yang bertanya-tanya sejauh mana sudah proses pengungkapan siapa dan apa motiv pelaku pembakaran rumah tersebut. Warga hanya ingin mengetahui kebenaran, terlepas korban keceplosan mengatakan Keuchik dan tuhan Peut sebagai otak pelaku dalam kasus ini, saat emosi hingga mencacimaki di lebaran keenam baroesa. (Baca: Apa Tujuan Rumah Warga Teupin Reusep Dibakar?)


"Kami rakyat siap menerima kenyataan yang sebenarnya, biar jangan jadi contoh menyebunyikan kesalahan yang telah dirancang, nggak baik" kata warga teupin Reusep yang meminta agar namanya tidak disebut, "bek katuleh nan nyan, meumasalah qe eunteuk ngen ureung tuha" katanya.




[caption id="attachment_24446" align="aligncenter" width="702"]Kondisi Rumah Sulaiman Hasbi warga Teupin Reusep yang dibakar, Rabu, 6 Mai 2015, lalu, di Dusun Padang Baro Gampong Blang Reuling Kecamatan Sawang, Aceh Utara, terlihat barang pecah belah milik Ibu PKK Teupin Reusep. Jum'at, 7 Agustus 2015. | Photo: Isbahannur/acehbaru.com | Kondisi Rumah Sulaiman Hasbi warga Teupin Reusep yang dibakar, Rabu, 6 Mai 2015, lalu, di Dusun Padang Baro Gampong Blang Reuling Kecamatan Sawang, Aceh Utara, terlihat barang pecah belah milik Ibu PKK Teupin Reusep. Jum'at, 7 Agustus 2015. | Photo: Isbahannur/acehbaru.com |[/caption]

Sementara warga Blang Reuling tegas mengatakan kasus tersebut permainan yang telah dirancang. Kenapa polisi memeriksa warga Blang Reuling dengan dalih keterkaitan dengan surat?


"ya karena itu dugaan warga elit Teupin Reusep, azas praduga tak bersalah sah sah saja, tetapi penegak hukum harus mendengar siapapun pemberi informasi agar mempermudah pengingkapan kasus ini, bukan menolak info, apalagi dengan tidak memeriksa orang yang tau betul, saat kejadian, orang pertama datang kesitu saat kebakaran" katanya.


"saat ini kan polisi masih mengikuti arus Teupin Reusep yang mereka desain, kapan terungkap?" Katanya.




[caption id="attachment_24447" align="aligncenter" width="702"]Kondisi Rumah Sulaiman Hasbi warga Teupin Reusep yang dibakar, Rabu, 6 Mai 2015, lalu, di Dusun Padang Baro Gampong Blang Reuling Kecamatan Sawang, Aceh Utara, terlihat barang pecah belah milik Ibu PKK Teupin Reusep. Jum'at, 7 Agustus 2015. | Photo: Isbahannur/acehbaru.com | Kondisi Rumah Sulaiman Hasbi warga Teupin Reusep yang dibakar, Rabu, 6 Mai 2015, lalu, di Dusun Padang Baro Gampong Blang Reuling Kecamatan Sawang, Aceh Utara, terlihat barang pecah belah milik Ibu PKK Teupin Reusep. Jum'at, 7 Agustus 2015. | Photo: Isbahannur/acehbaru.com |[/caption]

Karena memang kasus rumah tersebut dibakar untuk mengahalau surat resmi Gampong Blang Reuling, maka yang ada sisa kebakaran hingga saat ini hanya peralatan pesta milik gampong Teupin Reusep "agar warga murka kepada Blang Reuling, konspirasi bahasa kerennya" tambah sumber itu. | SBK/MKS/ISB/IRA |

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.