Header Ads

Ini Rentetan Insiden tewasnya Anggota Din Minimi

acehbaru.com - Entah hari naas bagi anggota kelompok bersenjata pimpinan Nurdin Ismail alias Din Minimi atau cuma hanya kebetulan saja terjadi. Pastinya sudah 5 orang anggota mereka meninggal pada hari Kamis.
Berikut rentetan kejadian yang menimpa anggota Din Minimi

Kamis, 21 Mei 2015
Saat itu timsus Polda Aceh bersama aparat dari Kodim Pidie mengepung tempat persembunyian Din minimi di Desa Gintong Kecamatan Grong Grong Kabupaten Pidie, dalam kontak tembak tersebut tiga orang anggota nya tewas tertembak. korban yang tewas pada kejadian tersebut diantara nya, Ibrahim Yusuf, 42, warga Gampong Cirieh, Kecamatan Delima, Pidie, Subki, alis Kacok 32, warga Pulo Meuria Kecamatan Geureudong Pase Kabupaten Aceh Utara serta Yusliadi, 27, alias Mae pong, warga Aceh Timur. Dalam kejadian tersebut polisi mengklaim mengamankan 3 pucuk senjata serta ratusan butir amunisi aktif

Kamis, 20 Agustus 2015
Ridwan 30 tahun warga Desa Pulo Meuria Kecamatan Geureudong Pase juga tewas di samping rumahnya, tubuh Ridwan roboh ketanah setelah 7 butir peluru milik polisi menembus tubuhnya. Ridwan tidak sempat beradu peluru dengan polisi walau ia memiliki satu pucuk senjata api AK-56, serta peluru 2 magazen, ia hanya sempat melepaskan 3 butir peluru dari 60 butir yang ia miliki. Selain membunuh Ridwan polisi juga menyita rompi anti peluru serta sepeda motor Rx King

Kamis, 27 Agustus 2015
Timsus polda Aceh Menembak Mati Junaidi Alias Bureujuk 30 Tahun warga Desa Sido Mulyo Kecamatan Nisam Antara Kabupaten Aceh Utara, Kejadian tersebut terjadi di tempat stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) Blangthupat Kecamatan Muara satu Kota Lhokseumawe, Junaidi Tewas setelah dua peluru menembus dada dan leher nya, Kejadian nya Juga hari Kamis tanggal 27 Agustus 2015

Junaidi di tembak polisi tanpa memiliki senjata api bersamanya, saat bersamaan polisi juga membekuk Ismuhar warga Batuphat yang hari itu jalan bareng bersamanya. Insiden ini memunculkan protes keras dari pengguna facebooker, masyarakat dan lembaga swadaya masyarakat serta LBH. Karena eksekusi mati yang diterima Brujuek dianggap tidak wajar, karena ia dibunuh setelah duluan minta ampun dan dia tidak sedang bersenjata. (irv/tfk)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.