Header Ads

Hilang Bendera Di Nisam Antara, Ada Pihak Yang Ingin Sambung Cerita?

acehbaru.com | Lhokseumawe – Pada Jumat,14 Agustus 2015 shubuh dikabarkan sekitar 50an bendera dan umbul yang sudah terpasang di Puskesmas dan Sekolah serta rumah penduduk di Kecamatan Nisam Antara Kabupaten Aceh Utara diturunkan oleh sejumlah orang tak dikenal. Namun kekosongan bendera akibat dilarikan OTK tersebut tak bertahan lama, pihak muspika setempat mengambil inisiatif untuk segera mengibarkan kembali dengan bendera lain yang tersedia.

“Ada 50an lembar bendera dan umbul –umbul yang hilang dan diduga diturunkan OTK, tapi kini berdasarkan kesepakatan Muspika, telah diganti dan pada hari 17 Agustus bendera telah dikibarkan kembali,” Kata Kapolsek Nisam Ipda Abdul Latif. Senin, 17 Agustus 2015.

BACA JUGA : Aleh Soe Meucuca i Nisam, Mandum Kateumakot, Na Djang Sue Jantoeng Kalagee Sue Pabrek

Pada Maret 2015 lalu di Kecamatan Nisam Antara terjadi peristiwa yang mengegerkan, yaitu penculikan dan pembunuhan Sertu Indra dan Serda Hendrianto yang bertugas sebagai anggota Intel kodim 0103 Aceh Utara. Pasca itu sejumlah anggota TNI menyisir lokasi dan kebun pinang dikawasan itu, namun hasilnya nihil.

BACA Juga Koptu Hasmuni Menghilang

Namun tak lama terjadi lagi peristiwa yang membuat warga Aceh Utara gundah, dimana Koptu Hasmuni anggota Koramil Sawang Aceh Utara, 6 April 2015 dilaporkan menghilang.

Berbagai spekulasi muncul dengan menghilangnya Hasmuni, namun tiga hari kemudian Panglima Kodam Iskandar Muda Mayjen TNI Agus Kriswanto menyebutkan, Koptu Hasmuni, anggota Koramil Sawang yang menghilang bukan diculik kelompok bersenjata.

Baca Juga : Rungkhom Ditangkap 

“Dia meninggalkan tugas,” kata Pangdam kepada wartawan usai rapat Forum Komunikasi Pimpinan Daerah di Meuligoe Gubernur Aceh, Rabu 8 April 2015.

Selesai cerita Hasmuni.

Jumat, 10 April 2015 aparat gabungan menangkap Darkani alias Reungkhom eks Combatan GAM Sawang di Desa Aras Selo, Polisi juga menangkap belasan lainnya yang diduga terlibat penculikan dan pembunuhan dua anggota TNI.

Baca Juga : Rungkhom dan Kisahnya 

Pasca itu, Senin 13 April 2015, Kapolda Aceh, Irjen Pol Husein Hamidi menggelar konferensi pers di Mapolres Lhokseumawe, disana Kapolda membeberkan hasil operasi memburu kelompok bersenjata api, dan saat itu Kapolda mengeluarkan statemen bahwa penembak kedua anggota TNI tersebut adalah kelompok Din Minimi.

Jumat, 14 Agustus 2015 di areal yang sama, bendera merah putih yang sengaja dipasang untuk memeriahkan HUT RI ke-70 di colong OTK, mengingat cerita meunan-meunan sebelumnya membuat masyarakat bertanya-tanya.  “Siapa yang ingin sambung cerita lagi di Nisam?,” Tanya Maee saat membaca berita soal hilang Bendera Merah Putih itu. (irv)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.