Header Ads

Haji Uma DPD : Meninggalkan Bahasa Daerah Bukti Luntur Kebangsaan

acehbaru.com | Langsa – Sudirman alias Haji Uma anggota DPD RI menyebutkan belakangan ini nilai persatuan dan kebangsaan di Aceh semakin menurun, sebagai bukti banyak muda mudi yang secara perlahan meninggalkan budaya dasar dan membuang bahasa daerah sebagai bahasa komunikasi sehari-hari.

“Padahal bahasa daerah adalah warisan budaya yang ditinggalkan nenek moyang kita dan seharusnya kita lestarikan,” Ujar Haji Uma Kamis, 28 Agustus 2015 saat sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan yang bertempat di Aula Hotel Ramille Kota Langsa.

Pengaruh budaya luar di era globalisasi ini dikhawatirkan akan menggerus budaya-budaya daerah dan pada akhirnya akan musnah.

Bahasa daerah (Aceh) adalah salah satu kekayaan budaya di Negara Indonesia dan wajib dilindungi melalui regulasi agar terlindungi dengan baik. Karena itu, H. Uma akan mengupayakan bahasa daerah (Aceh) agar masuk dalam Kurikulum Pendidikan Nasional.

Saat ini dirasa perlindungan terhadap bahasa daerah masih lemah dan kekhususan daerah dilindungi Undang-undang, tujuannya supaya kita bisa melindungi kekayaan yang telah dititipkan oleh leluhur.

Bahasa daerah (Aceh) harus menjadi kebanggaan bagi daerah tersebut, tentu saja bahasa Indonesia adalah bahasa pemersatu bangsa, posisi tersebut sudah pasti.

Dan bahasa daerah (Aceh) menjadi kekayaan budaya Indonesia jangan sampai punah alias hilang tak berbekas. (irv/jim)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.