Header Ads

Ekspedisi Indonesia Biru Rilis Dokumenter Efeks Kebijakan Ekonomi Indonesia Di Papua

Tim Ekspedisi Indonesia Biru akhirnya merilis film dokumenter berjudul The Mahuzes, Sabtu 29 Agustus 2015. Ini menjadi tontonan menarik akhir pekan sembari memikirkan nasib perencanaan ekonomi dan tata ruang bangsa Indonesia. The Mahuzes merupakan dokumenter yang bercerita tentang sebuah suku di Merauke, Papua, mempertahankan lahannya dari gempuran para pengusaha sawit.

Lahan-lahan suku Mahuze yang selama ini ditanami sagu terancam punah. Padahal, bagi Mahuze, alam menjadi tempat mereka berkeluh-kesah. Film ini merupakan hasil liputan dua jurnalis petualang, Dandhy Dwi Laksono dan Suparta Arz.

Keduanya berkeliling Indonesia menggunakan sepeda motor. Pada Juli lalu, mereka “bermukim” selama tiga pekan –dari tiga hari yang direncanakan– di Merauke. Dandhy menyebutkan, sejak resmi bergabung dengan Indonesia pada 1960, sampai 2005, di Papua baru ada tujuh perusahaan kelapa sakit.

“Namun pada 2014, jumlahnya telah mencapai 21 perusahaan, dengan 20 perusahaan lainnya dalam tahap siap beroperasi,” sebut Dandhy. Konversi lahan besar-besaran ini tak terlepas dari program Merauke Integrated Food and Energy Estate (MIFEE) yang tengah gencar dilakukan Pemerintah Pusat.

Pada program MIFEE ini akan ada proyek konversi sawah sejuta hektare berbasis perusahaan. Targetnya, untuk memenuhi 30 persen kebutuhan beras nasional dan ekspor. “Apa yang akan terjadi pada orang Papua yang mengonsumsi sagu?” tanya Dandhy.

Proyek sejuta hektar sawah di Papua, sebut Dandhy, lahir dari ketidakpekaan Pusat dalam memahami kebutuhan masyarakat.

“Yang tidak butuh sawah dikasih satu juta hektare, yang butuh sawah dikasih pabrik semen,” lanjutnya. Yang dimaksud terakhir adalah pembangunan pabrik semen yang ditentang masyarakat adat Samin di Jawa Tengah. The Mahuzes menjadi dokumenter kelima yang dihasilkan selama delapan bulan Ekspedisi Indonesia.

Sebelumnya, Dandhy dan Suparta “Ucok” Arz, telah menelurkan dokumenter Samin vs Semen, Kala Benoa, Baduy, dan Lewa di Lembata. Dokumenter The Mahuzes yang berdurasi 1 jam 24 menit ini bisa ditonton secara gratis di akun Youtube. (acehkita.com) BUKA THE MAHUZEs

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.