Header Ads

DPRK Dukung Pemekaran Aceh Utara, Pengkritik Dilebeli Anak Salah Didik

acehbaru.com | Aceh Utara - Sekretaris Komisi C DPRK Aceh Utara, Tgk Supianuddin mengatakan seluruh anggota DPRK dan Bupati Aceh Utara, Muhammad Thaib alias Cek Mad mendukung penuh wacana Pemekaran Aceh Utara wilayah barat.

"Kami semua DPRK Aceh Utara bagian Barat, beserta Bupati mendukung sepenuh nya pemekaran kabupaten, tentu nya setelah segala perhitungan positif yg matang, untuk kepentingan bersama" Tulis Supian didinding facebooknya, Rabu, 26 Agustus 2015, malam.

Dalam status facebook yang mendapat respon positif dari penggunĂ  lain, anggota dewan dari Daerah Pemilihan 2 ini meminta hendaknya nama kabupaten baru yang hendak dimekarkan menggunakan nama yang islami.

"nama Kabupaten hendak nya yg sangat Islami dan bisa diterima oleh semua Kecamatan pengusul" Tulis status dia pada jam 21, 29 WIB.

Dalam status facebook tersebut Supian menyebut soal tukang kritik merupakan hal biasa,

"klo ada yg kritis tentang pemekaran itu biasa, mungkin dia anak - anak yg salah asuhan, ortu nya salah didik wktu kecil, hingga dia harus jadi anak liar , fokus pada tujuan, abaikan dulu dari mana untuk siapa, pribadi pasoe lang eumpang dile" Katanya.

Meskipun kritik dalam dunia demokrasi di Indonesia terjamin dalam konstitusi bahkan dalam UUPA, namun dari status facebook dewan tersebut terlihat ada seorang anak yang mengkritisi wacana pemekaran tersebut, sehingga Supianuddin mengatai anak tersebut salah asuhan, tidak dididik dengan baik oleh orang tuanya saat masih kecil?

Seperti berita sebelumnya, syahwat pemekaran Aceh Utara bagian barat dikatakan menguat pasca konsolidasi yang dilakukan dengan sejumlah tokoh. Opsi pembagian wilayah Aceh Utara dilakukan karena beberapa faktor utama, diantaranya letak geografis ibu kota adminitrasi atau pusat pelayanan pemerintah yang terlalu jauh.

Sementara alasan lain lebih kepada ketidak berhasilan atau kinerja buruk pemerintah Aceh dan Bupati Aceh Utara, seperti kemiskinan, pengangguran, mutu pendidikan rendah, hasil pertanian juga demikian dan ketidak adilan kesejahteraan yang menjadi tanggung jawab negara untuk rakyatnya.


Aceh Utara dititik 5°00′LU 96°45′BT / 5°LU 96,75°BT / 5.00; 96.75, dengan luas wilayah mencapai 3.296,86 km2, jumlah penduduk 529.751 jiwa beribu kota Lhok Sukon, terdiri dari 27 Kecamatan yang didalamnya terdapat 857 Gampong.


Ketua Pemekaran Aceh Utara wilayah barat, Ahadi Arifin, mantan Rektor Unimal mengatakan hasil konsolidasi sudah enam kecamatan menyatakan bergabung. Keenam kecamatan tersebut diantaranya Sawang, Nisam, Nisam Antara, Muara Batu, Banda Baro dan Dewantara.


“mereka menyatakan pemekaran untuk kemakmuran dan keadilan” tulis Guru besar Unimal seperti yang diutarakan dalam rapat yang digelar di Balai Desa kantor Camat Muara Batu pada 20 Agustus 2015, lalu. (Baca: ‘Provokasi’ Pemekaran Aceh Utara, Antara ‘Syahwat’, Kepentingan& Kinerja Buruk Bupati )

| ISB |

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.