Header Ads

Ditengah Kontroversi Nama, IAIN Zawiyah Cot Kala Gratiskan SPP Anak Veteran

acehbaru.com | Langsa - Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Zawiyah Cot Kala Langsa sedang kontraversi soal nama yang tiba –tiba berubah menjadi IAIN Langsa pada hari ulang tahun RI ke-70, lembaga tersebut menyatakan akan menggratiskan biaya kuliah untuk anak Veteran, Senin 17 Agustus 2015

Humas IAIN, Mulyadi Nurdin, Lc MH, menyebutkan pendidikan dapat dirasakan oleh semua anak bangsa terutama anak para Veteran pejuang kemerdekaan yang sudah berjasa dalam mendirikan negeri ini. Dia berharap dengan peluang ini supaya keluarga Veteran memanfaatkan kesempatan tersebut sebaik-baiknya, sehingga tidak ada alasan mereka tidak kuliah karena faktor ekonomi.

“Tidak boleh ada anak Veteran putus pendidikan karena tidak sanggup bayar SPP, sebab orang tua mereka telah berjasa dalam memerdekakan negara ini,” Tegas Mulyadi.

Mulyadi Nurdin menyatakan IAIN Zawiyah Cot Kala Langsa tetap komit dengan konsep pendidikan yang terjangkau, murah, berkualitas, seta memberikan berbagai kemudahan dan beasiswa kepada mahasiswanya.

Termasuk menyediakan berbagai jenis beasiswa, termasuk mengratiskan SPP bagi beberapa kategori mahasiswa seperti penghafal 30 juz Al-Quran, anak Veteran, lebih dari dua orang bersaudara, serta anak pegawai yang bekerja di kampus,” Ujar Mulyadi

Bagaimana Dengan Anak Korban Konflik Aceh ?

Dalam rilis yang diterima redaksi tidak ada penyediaan layanan khusus untuk anak korban konflik Aceh, walaupun sebelum tanggal 17 Agustus 2015, ada tanggal yang tidak tanggung –tanggung bernilai bagi masyarakat Aceh yaitu tanggal 15 Agustus, dan tanggal itu adalah penandatanganan perjanjian damai RI dan GAM.

Bagi Aceh itu adalah hari yang menentukan terhentinya berita kematian yang saban hari terjadi di Aceh. Berdasarkan Data Komnas HAM konflik Aceh 30 tahun telah melahirkan korban 50.000 jiwa, baik itu masyarakat Aceh, GAM, TNI, maupun Polisi.

Tentunya dengan jumlah kematian yang luar biasa ini, dapat dipastikan cukup banyak anak korban konflik juga membutuhkan pendidikan. (lia)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.