Header Ads

Bunuh Anggota Din Minimi di SPBU, LBH: Polisi Melawan Hukum

acehbaru.com | Lhokseumawe - Terkait peristiwa meninggalnya Junaidi (30) alias beurijuek yang dibunuh dengan cara ditembak oleh Polisi di SPBU Batuphat, kecamatan Muara Satu, Kota Lhokseumawe, kamis 27 Agustus 2015, melawan hukum.

Koordinator LBH Banda Aceh Pos Lhokseumawe, Fauzan, S.H, mengatakan Polisi harus mengedepankan Hak Asasi Manusia (HAM) dan asas hukum Praduga Tak Bersalah (Presumption of Innocence) serta prinsip-prinsip yang terkandung dalam Perkap No. 1 Tahun 2009 tentang Penggunaan Kekuatan dalam Tindakan Kepolisian yaitu prinsip legalitas, nesesitas, proporsionalitas serta masuk akal (reasonable).

Dalam kasus Penembakan beurijuek, mengeluarkan tembakan di tempat tersebut tentu sangat membahayakan keselamatan umum karena berada dalam area  SPBU, yang dapat menimbulkan ledakan besar sehingga menyebabkan hilangnya nyawa masyarakat di sekitar SPBU.

Dalam perkab No.1 Tahun 2009 jelas mengatur bahwa polisi dalam menggunakan kekuatan dengan kendali senjata api dilakukan ketika pelaku kejahatan secara segera menimbulkan luka parah atau kematian bagi polri atau masyarkat, maka polisi dapat melakukan tembakan peringatan ke udara atau ke tanah dengan kehati-hatian yang tinggi.

Dalam kasus penembakan ini, beurijuek tidak membawa senjata api, sehingga polisi seharusnya tidak menembak mati. Melainkan cukup melumpuhkan dengan cara menembak di kakinya ketika tembakan peringatan tidak diindahkan.

Hal tersebut sesuai dengan pernyataan Kombes Pol Teuku Saladin SH selaku Kabid Humas Polda Aceh yang mengatakan bahwa “polisi akan terus memburu mereka sampai tertangkap”,  hal tersebut harus diartikan bahwa ketika anggota din minimi tidak melakukan perlawanan dengan senjata  api maka harus ditangkap  bukan menembak mati.

Pasal 28A UUD 1945 telah menegaskan bahwa setiap orang berhak untuk hidup serta berhak mempertahankan hidup dan kehidupannya. Bahkan dalam pasal 28I ayat (1) menegaskan bahwa hak untuk hidup adalah satu dari tujuh hak asasi manusia yang oleh UUD 1945 dinyatakan sebagai hak asasi manusia yang tidak dapat dikurangi dalam keadaan apapun (non-derogable rights).

1 komentar:

  1. Negara yang sangat hebat dengan hukum yang sangat kokoh..dengan polisi2 yang sangat terdidik dan terlatih..
    Nyaman tinggal di indonesia.
    Aku ingin hidup seribu tahun lagi..

    BalasHapus

Diberdayakan oleh Blogger.