Header Ads

Bubarkan Keyboard Dirumah Pejabat, Polisi Syariah Di Sumpah Serapah

acehbaru.com | Langsa – Penertiban aktivitas organ tunggal dimalam hari sebagai bagian dari penegakan Syariah Islam di Kota Langsa tidak berjalan lancar. Rabu 6 Agustus 2015 sekitar pukul 22.30 WIB Polisi Syariah dari Dinas syariat Islam Kota Langsa melakukan pembubaran sebuah acara Keyboard di Rumah pejabat Kota Langsa, apa yang diterima, polisi syariah mendapat sumpah serapah.

Media MedanBisnis memberitakan berdasarkan keterangan Kepala Dinas Syariah Islam Kota Langsa Drs H Ibrahim Latif MM, Kamis 6 Agustus 2015 mengatakan, pertama mereka mendapat laporan bahwa di rumah Kabid Kehutanan dan Perkebunan Dinas Kelautan, Perikananan dan Pertanian Kota Langsa, AAS, ada hiburan musik Keybord.

[caption id="attachment_24416" align="alignleft" width="300"]Kepala Dinas Syariah Kota Langsa Drs. Ibrahim latif | Foto Qisti/acehbaru.com Kepala Dinas Syariah Kota Langsa Drs. Ibrahim latif | Foto Qisti/acehbaru.com[/caption]

Karena pergelaran music organ tunggal Keybord telah lama dilarang dan di serukan melalui penyataan bersama Muspida Kota Langsa, dengan tujuan untuk menegakkan Syariah di Kota itu, sehingga mereka bergerak ke lokasi.

Danton Tgk Irmansyah yang memimpin polisi Syariah mendapati sebuah rumah sedang berlangsungnya pergelaran music Keyboard, tak tanggung, mereka juga melihat para biduawanita berpakaian seksi, tidak menggunakan jelbab dan sedang bergoyang dihadapan seratusan penikmat Keyboard.

Danton langsung menghubungi dan meminta pemilik acara membubarkan pertujukan yang melanggar syariat Islam tersebut. Nah apa yang terjadi? Oknum pejabat yang bersangkutan marah dan memaki petugas WH.

Tak peduli dengan polisi Syariah, Hiburan pun terus berlangsung. Tal ayal aksi dorong antara pemilik hajatan dengan petugas, sehingga nyaris terjadi baku hantam.

Sementara itu, kepala seksi di Dinas Perindagkop Kota Langsa, H, yang juga istri si pemilik rumah juga turut mencaci maki petugas WH, sehingga suasana samakin gaduh. Akhirnya berkat bantuan polisi jajaran Polres Langsa, musik keyboard dapat dibubarkan sekira pukul 22.30 WIB.

Pihak Dinas Syariat Islam menyayangkan kejadian tersebut. Sebab Pemko Langsa telah melarang pertujukan keyboard pada malam hari, tapi ini malah diadakan di rumah oknum pejabat.

"Hal ini sangat keterlaluan, seharusnya pejabat memberikan contoh kepada masyarakat. Bukan malah pejabat yang mengangkangi aturan yang telah dibuat pemko sendiri, " ujar Ibrahim. Atas kejadian tersebut, pihaknya telah melaporkannya ke Walikota Tgk Usman Abdullah SE.

Sementara itu Geuchik Gampong Geudubang Jawa, Zulkarnain, yang dihubungi mengaku tidak bisa berbuat banyak karena penyelenggaraan keyboard itu tanpa sepengetahuan perangkat Gampong.

Menurut geuchik, sebagai pejabat di Pemko Langsa, tentunya yang bersangkutan sudah tahu pertunuukan music keyboard dilarang pada malam hari. Bahkan berdasarkan pengakuan geuchik, pihak pemerintahan gampong setempat telah menyampaikan kepada semua warga, bahwa keyboard dilarang pada malam hari, tetapi tetap ada yang tak mengindahkannya. (i/Sumber medanbisnisdaily)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.