Header Ads

Bom Waktu Meledak di Lhokseumawe

acehbaru.com | Lhokseumawe – Dua bom waktu rakitan meledak di Desa Ujong Pacu, Kec. Muara Satu, Lhokseumawe, Sabtu 8 Agustus 2015 sekira pukul 21.30 WIB. Ekses dari peristiwa ini, delapan warga terluka terkena serpihan.

Warga setempat menuturkan, dua bom itu meledak di dua lokasi terpisah di desa itu. Ledakan pertama terjadi pukul 21.00 WIB sekitar 30 meter dari Pos Kamling. Warga desa setempat yang mendengar suara ledakan, langsung terjun ke lokasi ledakan itu dengan jarak sekira 1 kilometer. “Ada tiga orang di pos. Mendengar itu dari kejauhan, kami langsung menuju ke lokasi,” ujar Khaidir, salah satu korban bom kedua.

Warga memastikan bahwa ledakan pertama tak ada korban jiwa. Kemudian sejumlah warga memutuskan beristirahat di Pos Kamling. Namun naas, 30 menit berselang bom kedua meledak tepat di bawah Pos Kamling, sehingga sejumlah warga terpental ke depan pos. “Ledakan bom kedua lebih besar dari bom pertama,” ungkap Khaidir.

Dikatakan, serpihan bom menghancurkan lantai dan atap pos berkonstruksi kayu tersebut, sementara delapan korban termasuk dirinya mengalami luka di sekujur tubuh, kepala, wajah, tangan dan kaki. Situasi panik menghiasi jeritan korban. Beberapa saat kemudian, korban dilarikan ke Rumah Sakit Arun di Desa Batuphat Timur, kecamatan setempat.

Tujuh korban adalah M Yunus Ubit (53), Umar Rauf (23), Khadir (32), Sulaiman A Rani (45), Rahmadi (27), Sulaiman Lidan (34) dan Tarmizi (32). Mereka diperbolehkan pulang setelah dua jam penanganan dokter. Sementara satu lagi harus dirawat inap.

Di lokasi kejadian dipadati warga termasuk warga dari desa lain. Tampak polisi berpakaian lengkap dengan senjata terlihat berjaga-jaga, termasuk menyisir perkampungan. Sekitar pukul 12:30, tim Penjinak Bom (Jibom) Detasmen B Jeulikat tiba di lokasi.

Kapolres Lhokseumawe AKBP Anang Triarsono melalui Kabag Operasi Kompol Isharyadi malam itu membenarkan ledakan dua bom malam itu dan terdapat delapan korban luka-luka. Tindakan pihaknya saat ini mengamankan TKP (tempat kejadian perkara), olah TKP dan berkoordinasi dengan Jibom.

Kabag Ops menyimpulkan, setelah di TKP ditemukan beberapa lempengan besi, bekas baterai, kabel, dan bekas timer yang sudah meledak, bom rakitan ini menurutnya adalah jenis bom waktu dengan menggunakan baterai. (ami)

 

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.