Header Ads

Akademisi Unimal: Pemekaran Aceh Utara Rugikan Publik

acehbaru.com | Lhokseumawe - Terkait opsi pemekaran untuk menjawab permasalahan masyarakat wilayah barat Aceh Utara yang digagas Profesor Ahadi Arifin mantan Rektor Unimal, hanya sebatas kepentingan elit saja.

Dr Muhammad Nazaruddin, Dosen sosiologi politik Universitas Malikussaleh mengatakan pemekaran hanya untuk kepentingan dan menguntungkan elit semata. Pemekaran justru merugikan publik (masyarakat).

"katanya untuk kesejahteraan rakyat, mengoptimalkan pelayanan publik karena letak geografis jauh dengan pusat pelayanan adminitrasi, bagi-bagi kekuasaan belum tentu mampu menjawab persoalan" Katanya kepda acehbaru.com, Kamis, 27 Agustus 2015, sore.

Dr Nazar menyebutkan pemekaran Aceh Utara tidak bermanfaat untuk publik karena faktanya hanya menciptakan lahan kekuasaan baru yang membebani anggaran publik. (Baca: ‘Provokasi’ Pemekaran Aceh Utara, Antara ‘Syahwat’, Kepentingan& Kinerja Buruk Bupati)

"tidak ada manfaat justru merugikan publik, katanya untuk mengoptimalkan pelayanan tapi justru menguras APBD nantinya, untuk biaya gaji, masak sih sekelas Profesor memikirkan pemekaran kampung, kenapa tidak memikirkan pemekaran Aceh dari Indonesia? nyan baro Prof beneran" katanya.

Akademisi Unimal itu menyarankan kepada masyarakat yang ingin keluar dari Aceh Utara untuk bergabung dengan Lhokseumawe. "lebih baik bergabung dengan Lhokseumawe, kan menjawab persoalan tata letak yang jauh dari pusat pelayanan, meminimalisir biaya gaji, kepentingan proyek, dan kepentingan politik lain" katanya.

Terkait Bupati Aceh Utara yang dikatakan mendukung wacanan pemekaran, Dr Nazar mengatakan Bupati salah kaprah, seharusnya Bupati fokus memikirkan status Aceh Utara dulu, dimana pusat pelayanan masih di numpang dirumah orang (Lhokseumawe)" katanya. (Baca: DPRK Dukung Pemekaran Aceh Utara, Pengkritik Dilebeli Anak Salah Didik )

| ISB |

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.