Header Ads

Warga Krueng Seupeng Sandera Camat

“Akibat Tak Becus Atasi Tapal Batas Gampong”


acehbaru.com| Aceh Utara - Gara-gara tak mampu menyelesaikan persoalan tapal batas gampong, Camat Kuta Makmur Aceh Utara, T. Samsul Fajri, dijemput paksa dikantornya oleh ratusan warga Krueng Seupeng, Kecamatan Kuta Makmur, Selasa, 7 Juli 2015. Hal itu dilakukan warga, karena camat tidak mau ikut aksi demo bersamanya ke kantor bupati Aceh Utara, di Jalan T. Hamzah Bendahara, Kota Lhokseumawe.


Akhirnya, setelah sempat terjadi cekcok adu mulut antara warga dengan camat. Dengan terpaksa Camat T. Samsul Fajri, yang mengenakan seragam dinas tanpa menggunakan sepatu dan hanya sandal jepit ikut bersama warga. Dua pria langsung memegang kedua tangan camat, layaknya orang di sandera. Lalu bersama warga, dia ikut ke kantor bupati Aceh Utara di Lhokseumawe.


Dalam kurumulan warga, camat hanya berdiri saja dengan kedua tangannya dipegang dua pria tadi. Dalam orasinya, warga meminta bupati Aceh Utara dan Muspida dapat segera menyelesaikan persoalan tapal batas Gampong Krueng Seupeng dengan Gampong Keureusek.


"Kami bukan menyandera pak Camat. Buktinya kami tidak pukul camat dan kami cuma jemput dikantornya untuk ikut bersama dalam aksi demo ke kantor bupati di Lhokseumawe," ucap Abdullah Ketua Pemuda Gampong Krueng Seupeng, kepada acehbaru.com, Selasa, 7 Juli 2015.


Kata dia, camat selama ini dianggap tidak mampu menyelesaikan sengketa tapal batas gampong. Padahai, sesuai dengan dokumen dan bukti surat menyurat yang sah, lahan dan saluran irigasi yang diklaim milik Gampong Keureusek, Kecamatan Kuta Makmur, tidak punya dasar. " Kami bisa buktikan dimata hukum, lahan dan saluran irigasi itu milik Gampong Krueng Seupeng, tapi telah di kuasai oleh gampong tersebut," ungkapnya.


Menurut dia, persoalan ini mencuat dalam lima tahun terakhir ini, karena saluran irigasi diperbatasan gampong itu sudah ditimpun oleh warga Gampong Keureusek. Akibatnya, warga Krueng Seupeng tidak bisa bercocok tanam, karena air irigasi tertahan. Untuk itu mereka meminta Bupati Aceh Utara, segera menyelesaikan persoalan tersebut.


Kedatangan ratusan warga ini, diterima oleh Asisten I Setdakab Anwar Adlin, Kabag Humas Amir Hamzah dan Kabag Pemerintahan Murtala. Aksi itu juga ikut mendapatkan pengawalan dari polisi Mapolsek Banda Sakti dan Polres Lhokseumawe. (man)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.