Header Ads

Udang Di Sungai Mati Terapung, Petani Keramba Di Bayeun Teumakot

acehbaru.com | Aceh Timur – Petani keramba yang memelihara ikan kerapu, dan kakap mulai merasa was-was dengan ditemukannya udang galah yang tiba-tiba mati, Kamis 3 Juli 2015 malam mengapung di alur sungai yang tersambung dengan keramba mereka. Warga menduga kematian udang tersebut diakibatkan air sungai tersebut sedang tercemar limbah PKS


Ismail (45) seorang petani keramba kepada acehbaru.com mengatakan ia sangat risau dan was-was dengan kondisi tersebut, karena sejak Kamis malam sejumlah warga memanen udang galah yang terapung di alur sungai. Kebiasaan itu katanya terjadi bila ada limbah PKS yang bocor atau meluap hingga mengalir ke sungai. Dan tidak tertutup kemungkinan kondisi tersebut akan berdampak pada ikan peliharaannya didalam keramba.


"Kejadian sebelumnya pertama terlihat udang mengapung, tak lama kemudian giliran ikan kami yang mati, keseringannya bila ada limbah yang bocor, dan ini saya dengar kamis malam ada limbah PKS yang bocor,” Ujar Ismail, Jumat, 4 Juli 2015


Kasus kematian ikan keramba milik warga di Sungai Bayeun Rantau Panyang bukan kali ini saja, pada mei lalu sejumlah petani keramba harus merugi karena ikan peliharan mereka yang tinggal menunggu waktu panen tewas tiba-tiba. Ikan terbakar, ratusan ekor ikan dalam keramba hanya tersisa satu dua ekor.


Namun jikapun sudah demikian, pihak lingkungan hidup Aceh Timur tetap membantah bahwa air dikawasan itu tidak terkontaminasi limbah. “Lalu kenapa? “Kejadia pada Mei lalu, kami sudah bawa air ke lab, tidak ditemukan adanya limbah,” Ujar Drs Fakrurrazi Kadis Kebersihan dan Lingkungan Hidup Aceh Timur akhir Juni lalu.


Namun bagaimana dengan kasus kali ini? (ira)


Arti kata : Teumakot = Ketakutan atau was was

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.