Header Ads

Tim Ekspedisi Indonesia Biru Shalat Ied Diatas Gladak Kapal Tatamailau

Setelah menghabiskan waktu merekam berbagai sisi kehidupan masyarakat Papua, penjelajah Indonesia yang menamakan diri Tim EKSPEDISI INDONESIA BIRU segera meninggalkan daerah yang penuh cerita tersebut dan kini menuju kepulauan Maluku.

[caption id="attachment_23799" align="alignleft" width="300"]Foto Ekpedisi Indonesia Biru Foto Ekspedisi Indonesia Biru[/caption]

Diantara potret yang di rekam Dandhy Dwi Laksono dan Suparta Arz adalah perjuangan para Mahuze di Merauke mempertahankan tanah ulayat mereka dari gempuran perusahaan yang tengah mengerjakan proyek sejuta hektar sawah dalam program yang dikenal MIFFE

Dalam laporan yang ditulis acehkita.com Tim Ekspedisi Indonesia Biru bertahan di tengah-tengah Mahuze selama tiga pekan, dari tiga hari yang direncanakan. Potret interaksi tiga pekan ini akan dituangkan dalam dokumenter The Mahuzes.

[caption id="attachment_23802" align="alignleft" width="300"]Foto Ekpedisi Indonesia Biru Foto Ekspedisi Indonesia Biru[/caption]

Duo-jurnalis ini meninggalkan Merauke pada 15 Juli lalu. Menggunakan Kapal Motor Tatamailau, tim menuju Kepulauan Maluku. Ini merupakan destinasi jelajah selanjutnya.

Namun, dalam perjalanan menuju Maluku, KM Tatamailau singgah di sejumlah pelabuhan. Tercatat di Pelabuhan Agats (Asmat) dan Pelabuhan Pomako (Timika).

Saat lebaran, hari ini, KM Tatamailau yang mengangkut 800 penumpang berada di Selat Adi, sebuah perairan antara Maluku dan Papua, dari Kaimana menuju Fakfak.

Semalam, Dandhy dan Ucok mengikuti takbiran di musalla kapal. Di musalla yang sama, mereka melaksanakan salat ied secara kusyuk bersama puluhan penumpang kapal beragama Islam lainnya.



“Meski jauh dari keluarga, berlebaran di atas kapal di tengah laut, menjadi pengalaman yang paling berharga,” kata Dandhy kepada acehkita.com, Jumat siang.

Pagi tadi mereka “merayakan” dengan makan opor ayam, yang menurut Dandhy merupakan menu spesial.

Ucok mengaku terharu bisa berlebaran di tengah kapal. Selain menimba pengalaman hidup, berlebaran di kapal, di tengah-tengah orang asing, memberikan arti tersendiri bagi pria asal Geumpang ini. “Kita akan lebih memahami dan menghayati arti silaturahmi dan persaudaraan,” ujarnya.

“Minal aidzin wal faidzin dan maaf lahir batin untuk semua kawan yang setia mengikuti kisah-kisah perjalanan kami,” ujar Dandhy (i/acehkita.com)

EKSPEDISI INDONESIA BIRU

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.