Header Ads

Rame-rame Desak PA Batalkan Pengembangan Mesjid Raya

acehbaru.com | Lhokseumawe - Pemerintah Aceh didesak untuk membatalkan desain pembangunan dan pengembangan landscape serta infrastruktur Mesjid Raya Baiturrahman Banda Aceh, yang pelaksanaanya telah diresmikan Pemerintah Aceh (PA), Selasa 28 Juli 2015, lalu.

.Tidak hanya mendesak, mereka juga membuat petisi untuk pemerintah Aceh di laman change.org menggunakan akun dendy montgomery. Beberapa saat kemudian petisi tersebut lansung diserbu para jurnalis untuk ditandatangani sebagai bentuk mendukung penolakan tersebut. (Lihat: Petisi Tolak Pembangunan dan Pengembangan landscape serta infrastruktur Mesjid Raya)

Dalam petisi tersebut, mereka rame-rame meminta Pemerintah Aceh membatalkan pekerjaan pembangunan payung atau kanopi elektrik serta pengerasan dan penghilangan ruang terbuka hijau di halaman Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh. Mereka menilai pembangunan tersebut banyak menimbulkan muzharatnya.

[caption id="attachment_24227" align="aligncenter" width="700"]DESAIN Payung Elektrik Otomatis yang akan dipasang di halaman depan Masjid Raya Baiturrahman. DESAIN Payung Elektrik Otomatis yang akan dipasang di halaman depan Masjid Raya Baiturrahman.[/caption]

Pemerintah Aceh akan menambah dan mengembangkan beberapa bagian di Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh -yang katanya untuk menunjang jumlah jamaah. Penambahan dan pengembangan itu seperti, ditambahkannya payung/kanopi seperti di Mesjid Nabawi, basement parkir, perbaikan beberapa Interior, sekolah, klinik, dan perkerasan halaman masjid.


Perbaikan interior, dibangunnya sekolah, klinik, tempat parkiran, okelah. Tapi menambah payung elektrik dan juga perkerasan halaman, kurang cocok dengan iklim di Aceh dan menghilangkan ruang terbuka hijau. Apalagi kemudian, hal ini menutupi bahkan menghilangkan keelokan bangunan kebanggaan orang Aceh ini.


Alasan utama untuk menunjang jumlah jamaah malah tak beralasan sama sekali. Salat jamaah yang dilakukan saban hari, tak pernah membuat masjid penuh -tumpah ruah. Kecuali pada malam-malam awal Ramadhan dan salat Ied. Kalaupun masjid kebanggaan ini ingin dikembangkan dan diperindah, maka sebaiknya rancangan atau desainnya haruslah lebih bermanfaat -sehingga tak hanya menambah keelokannya, tapi juga menambah manfaat dan bukan membuatnya menjadi mudarat. | ISB |


Baca juga: Payung Listrik Mesjid Raya Mulai ‘Bergoyang’

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.