Header Ads

Potret Miris Rumah Bilal Tengku Geudong

acehbaru.com  – 10 tahun damai Aceh belum semua merasa lega, dikala banyak orang sudah hidup dirumah yang aman dari rembesan air hujan dan hembusan dinginnya angin malam. Namun nasib berbeda dialami Mahmudin alias Tengku Geudong perawat mushalla ini masih tinggal dirumah berdinding pelepah rumbia berlantai tanah dengan atap bocor tembus ke langit.


Tengku di Geudong sebutan warga untuknya, sehari-sehari ia banyak menghabiskan waktu untuk mengelola mushalla, sisanya untuk bekerja serabutanseperti bekerja upahan sebagai pengutip kelapa, kadang juga membajak sawah. Tak ada pekerjaan yang pantang baginya asalkan halal, apapun yang diminta warga untuk dikerjakanan jarang sekali ditolaknya.


“Saya membersihkan mushola dengan ikhlas, tanpa mengharapkan imbalan biarpun, karena ada kedamaian saya rasakan setiap saya pulang dari musholla,” Ujar Tengku Geudong, Jumat, 3 Juli 2015


Suami dari Rukma dan ayah dari 3 orang anak ini merupakan salah satu dari puluhan warga miskin di Kecamatan Idi Tunong, Kabupaten Aceh Timur, Ia tinggal dirumah yang berukuran 6 X 9 meter persegi, terbuat dari batang rumbia dan dilapisi papan sempengan.


Ia tidak memiliki ranjang jepara untuk meninabobokkan badan lelahnya setelah seharian bekerja, dan tidak ada kulkas tempat penyimpan air putih dingin untuk diminum sebagai pelepas dahaga setelah lelah bekerja, ia juga tidak memiliki Hambal motir arab atau india, yang ia punya hanya terpal dan kasur tua sebagai pelapis tanah sebagai tempat tidur dikala malam tiba.


Meu-ruk-ruk bantuan baik bantuan rumah dhuafa maupun bantun sosial lainnya dari pemerintah memang terdengar disetiap disetiap pembicaraan warga di warung-warung Desa.


Belum lagi ditambah dengan pemberitaan media massa. Bahkan saking hebohnya informasi tentang bantuan mungkin bila dapat terlihat seperti kabel PLN dan Telkom yang tersangkut antara satu tiang dan lainnya, arus informasi tentang upaya mensejahterakan yang dihembuskan pemerintah lebih banyak lagi berseleweran kesana kemari, bahkan bisa dibayangkan bila informasi itu seperti kabel maka jalan desa, jalan kecamatan akan terganggu karena setiap detik bakal melintas informasi itu secara tak ber-aturan.




[caption id="attachment_23489" align="alignleft" width="300"]Mahmuddin dan istrinya Rukma Mahmuddin dan istrinya Rukma[/caption]

Walau begitu padatnya arus informasi bantuan, namun tetap saja belum singgah dirumah Mahmudin alias Tengku Geudong. Pemberian dana perbaikan rumah yang pernah dijanjikan, namun sampai saat ini belum juga didapatkan.


Informasi bahwa ia sudah tercatat sebagai penerima rumah bantuan, menjadi kabar duka, karena ia tak menerimanya, malah kabar angin yang ia dengar jatahnya telah beralih tangan menjadi milik orang lain.


Pun begitu rumahnya yang hanya berdinding pelepah rumbia yang dilapisi kayu sempengan, namun tetap menjadi primadona, warga dan para pemuda Desa. Tak heran rumah sang Bilal selalu ramai dan  sering menjadi tempat warga menghabiskan waktu istirahat dan ngumpul walau sekedar untuk ngobrol ngidul dan membicarakan hal ringan lainnya.


Faisal seorang warga setempat mengatakan, ketekunan Tengku Geudong dalam beribadah dan mengelola musalla tak diragukan warga, pasalnya sesibuk apapun dia bekerja, baik disawah maupun diladang orang yang lokasinya jauh dari Desa tempat tinggal, kala Maggrib ia selalu hadir untuk mengumandangkan azan di Musalla. “Sesibuk apapun ia tetap sempat azan di Musalla,” Ujar Faisal




[caption id="attachment_23491" align="alignleft" width="717"]Kondisi Rumah Bilal Mahmuddin alias Tengku Geudong Kondisi Rumah Bilal Mahmuddin alias Tengku Geudong[/caption]

Potret Tengku Geudong adalah salah satu potret miris yang luput dari perhatian pemerintah Aceh maupun Pemerintah Aceh Timur, seharusnya Tengku Geudong yang telah berbakti untuk kepentingan ummad walau ia tak pernah berharap pamrih, dan tidak bertarung untuk merebut, dan membayar agen untuk membuat pengurusan agar mendapatkan rumah.


Pun demikian sudah sepatutnya pemerintah Aceh Timur mengarahkan radar dan menepis kelabuan penyaluran bantuan agar rumah layak huni singgah ketempat sang Bilal ini. (lia/fiq/mil)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.