Header Ads

Peneliti Israel Sebut Ganja Percepat Penyembuhan Patah Tulang

acehbaru.com | Tel Aviv - Sebuah penelitian terbaru yang dilakukan di Israel, menyebutkan bahwa marijuana atau ganja dapat membantu proses penyembuhan patah tulang lebih cepat dari biasanya.


Seperti yang dilansir Independent pada 18 Juli 2015, para peneliti di Tel Aviv University menemukan bahwa tikus dengan patah tulang sembuh lebih cepat bila diberikan komponen ganja non-psikotik, cannabidiol atau CBD.


Penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Bone dan Penelitian Mineral pada hari Kamis menyebutkan bahwa tulang tidak hanya sembuh lebih cepat, tetapi juga lebih kuat dan lebih tahan terhadap fraktur berulang, yang berarti tulang diobati dengan ganja jauh lebih kecil kemungkinannya untuk patah lagi. Baca juga : Ganja Sintetis dapat mengobati sakit tulang




[caption id="attachment_23901" align="alignleft" width="700"]Tanaman ganja disalah satu perbukitan di Aceh, 9 Oktober 2013 Tanaman ganja disalah satu perbukitan di Aceh, 9 Oktober 2013[/caption]

Para ilmuwan di balik penelitian percaya bahwa hasil ini menunjukan adanya hubungan antara reseptor cannabinoid dalam tubuh manusia dan stimulasi pertumbuhan tulang.


"Kami menemukan CBD sendiri menjadi cukup efektif dalam meningkatkan penyembuhan patah tulang. Penelitian lain menunjukkan CBD menjadi agen aman, yang membawa kita untuk percaya bahwa kita harus terus melanjutkan penelitian dalam uji klinis untuk menilai kegunaannya dalam meningkatkan penyembuhan patah tulang manusia," kata Dr Yankel Gabet dari Tel Aviv Bone Research Laboratory.


Sejumlah penelitian telah menemukan keuntungan medis ganja. Dalam sebuah studi tahun 2003 oleh Virginia Commonwealth University, peneliti mengatakan bahwa ganja dapat digunakan untuk membantu mencegah serangan epilepsi. Marijuana juga telah dikaitkan dengan pengobatan yang efektif Multiple Sclerosis dan Alzheimer.

Awal bulan ini, Minnesota menjadi negara bagian AS ke-22 untuk membuat undang-undang untuk penggunaan medis ganja (b/sumber tempo.co/Independent.co.uk)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.