Header Ads

Payung Listrik Mesjid Raya Mulai 'Bergoyang'

acehbaru.com | Banda Aceh – Masjid Baiturahman Banda Aceh merupakan Mesjid yang punya nomor di Indonesia maupun Dunia dari segi keindahan dan kesan alamiah serta damai. Letaknya yang teupateng tegak ditengah kota Banda Aceh. Luasnya ideal, areal tidak semberaut, dan terlihat indah. Tidak heran di era zaman dan kini masyarakat Aceh sendiri masih menjadikan Mesjid ini sebagai icon penting. Kalau sempat shalat di Mesjid Raya, senang, dan terasa puas.

[caption id="attachment_24097" align="alignleft" width="706"]Gubernur tekan tombol pertanda [engembangan Mesjid Baiturahman dimuali, Selasa 28 Juli 2015 Gubernur tekan tombol pertanda pengembangan Mesjid Baiturahman dimulai, Selasa 28 Juli 2015 | Foto Humas Pemerintah Aceh[/caption]Selasa, 28 Juli 2015 sekitar pukul 10.30 Wib Gubernur Aceh Zaini Abdullah melakukan Ground Breaking, tanda dimulainya pembangunan dan pengembangan landscape serta infrastruktur Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh. Pengembangan masjid bersejarah dan kebanggaan rakyat Aceh ini diharapkan tuntas pada Desember 2016 mendatang.

Otomatis dengan pembangunan ini akan banyak merubah rupa lengkap dari Mesjid Baiturahman yang selama ini terekam mata. Dari gambar yang terpublikasi, salah satu dari pengembangannya adalah pembangunan payung elektrik yang berjejer di halaman. Dan masih banyak yang lain.

Nah, secara gambar sepertinya tidak banyak yang pernah melihat desain pengembangan sebelum ini diresmikan.Wah..ada kala kepikiran juga bila sebelumnya gambar  rencana pengembangan Mesjid kebanggaaan masyarakat Aceh itu terpublikasi luas, sehingga bakal ada masukan, dari berbagai kalangan. (tapi tidak tahu juga, mungkin juga ada)

Kita lanjut, Selasa 28 Juli 2015 adalah sejarah baru bagi Mesjid Baiturahman. Gubernur Aceh, dr H Zaini Abdullah saat melakukan penekanan tombol yang dilanjutkan dengan pemasangan pondasi tiang pancang, pertanda pembangunan. "syap grak' siap dimulai.

Doto Zaini tidak sendirian, ia turut didampingi , Kapolda Aceh Irjen (Pol) M Husien Hamidi, Wakil Ketua DPRA Dalimi, Kajati Aceh Tarmizi, Rektor Unsyiah Prof Samsul Rizal, Sekda Aceh Drs Dermawan, Ketua MAA Badruzzaman Ismail, Wakil Rektor UIN Syamsul Rijal, Perwakilan Kodam IM, Imam Besar Masjid Raya Baiturrahman dan jajaran SKPA terkait.

Anggaran nya tidak tanggung-tanggung, dengan uang Rp. 1,1 Triliun, diharapkan kawasan kompleks Masjid Raya Baiturrahman nantinya akan menjadi pusat beragam aktivitas yang mendukung fungsi masjid sebagai sentral kegiatan umat Islam di Aceh. Gubernur Zaini Abdullah mengajak semua komponen rakyat Aceh agar mendukung pengembangkan kawasan Masjid Raya Baiturrahman sebagai pusat peradaban dan pengembangan Islam di zaman modern.

Dari pemikiran Gubernur Zaini ia melihat pemugaran masjid kebanggaan rakyat Aceh ini agar terlihat semakin indah dan modern merupakan tekat dan cita-citanya sejak dulu. Menurutnya, masjid Raya Baiturrahman memiliki makna sendiri bagi kunjungan wisatawan muslim ke Aceh.

Pun begitu indahnya harapan Gubernur, gambar rencana pembangunan melahirkan pendapat lain, cara pandang Mesjid Raya kini, dan rencana pengembangan.

[caption id="attachment_24210" align="alignleft" width="704"]Gambar rencana pengembangan Gambar rencana pengembangan[/caption]

Situs http://www.arsitekno.com/ menerbitkan kajian yang lumayan penting untuk dibaca, menurut situs ini desain baru Mesjid Raya Baiturrahman Banda Aceh akan memiliki payung seperti Mesjid Nabawi, basement parkir, perbaikan beberapa Interior, Sekolah, klinik, dan televisi Baiturahman.

Proyek tahap awal yang ditargetkan selesai pada Mei 2017 itu, akan dibangun 12 unit payung elektrik, basement tempat parkir kenderaan roda 2 dan roda 4, tempat wudhu, dan perbaikan beberapa interior bangunan. Dikabarkan untuk biayanya memakan sekitar 0,5 Triliun Rupiah yang bersumber dari dana APBA.

Terlihat bahwasannya terdapat payung seperti di Mesjid Nabawi sana, namun perlukah adanya payung tersebut ?

Mengamati dari fungsinya, maka payung ini tidak perlu ada. Jumlah jamaah shalat Fardhu tidak pernah membuat mesjid Mesjid Raya Baiturrahman penuh, sedangkan untuk shalat Jum'at juga sama halnya. Menurut pengamatan lapangan yang saya lakukan, Mesjid Raya Baiturrahman hanya penuh hingga ke halaman ketika shalat Hari Raya Idul Fitri dan Idul Adha saja. Jadi tidak perlu dinaungi begitu.

Keindahan itu mahal, namun tidak semua yang mahal membuat indah. Lihat saja jelas-jelas payung tersebut menutup keindahan Mesjid Raya Baiturrahman.

Penggunaan payung tersebut juga tidak sesuai dengan iklim daerah kita yang merupakan iklim tropis basah. Ketika hujan datang fungsi payung tersebut juga tidak akan berguna, jemaah hanya akan basah, berbeda dengan Mesjid Nabawi yang iklimnya subtropis yang cenderung mengalami musim panas hampir sepanjang tahun.

Masih seputar iklim daerah kita yang tropis basah, material payung tersebut cenderung tidak akan bertahan lama karena terpapar panas matahari dan hujan yang silih berganti. Hal ini akan menambah biaya maintenance dari payung elektrik tersebut.

[caption id="attachment_24209" align="alignleft" width="300"]Mesjid Raya Baiturahman Mesjid Raya Baiturahman[/caption]

Perlukah perkerasan lansekap sebegitu luasnya ?

Ada yang hal yang kurang mengenakan dari Rencana Desain Baru Mesjid Raya Baiturrahman, yaitu di bagian lansekapnya yang terlihat seperti full dengan perkerasan. Jika melihat ke Mesjid Raya Baiturrahman saat ini, lebih banyak bagian lansekap yang ditutup rumput hijau daripada perkerasan. (lihat gambar dibawah).
Seharusnya sang Arsitek harus lebih peka dengan hal ini, dimana perkerasan yang terlalu banyak akan memantulkan panas berlebihan bukan hanya ke bangunan tapi juga ke lingkungan sekitar. Saya mendapatkan prinsip ini dikelas Fisika Bangunan.

Selain masalah panas tadi, drainase juga akan menjadi masalah ketika tidak digarap dengan benar dan baik. Jika seharusnya air hujan bisa diserap langsung ke tanah melalui rumput hijau, bisa saja nantinya air hujan akan tergenang. Hal ini akan membuat material penutup lansekap Mesjid Raya Baiturrahman tersebut akan mudah rusak.

Kesan apa yang terlihat dari Desain Baru Mesjid Raya Baiturrahman ?

[caption id="attachment_24212" align="alignleft" width="200"]Mesjid Raya dimasa depan Mesjid Raya dimasa depan[/caption]

Satu kata, "TANDUS". Ya Desain Baru Mesjid Raya Baiturrahman membuat area Mesjid Raya Baiturrahman menjadi sangat tandus dikarenakan area hijaunya berubah fungsi menjadi area perkerasan.

Jika kesan tandus yang muncul, maka kesan mesjid yang seharusnya menjadi pusat kegiatan ummat menjadi hilang dan akan semakin banyak orang-orang yang meninggalkan mesjid tersebut. Mungkin diawal-awal ketika Desain Baru Mesjid Raya Baiturrahman ini terwujud, banyak orang yang akan datang berkunjung untuk hanya sekedar berfoto-foto ria bukan dengan tujuan utama untuk beribadah.

Apakah ada indikasi terjadinya korupsi diproyek ini ?

Bisa saja iya namun bisa saja tidak, soalnya ini bukan ranah keilmuan yang saya pelajari dikampus selama 4 tahun ini. Berikut ini beberapa foto Rencana Desain Baru Mesjid Raya Baiturrahman yang saya dapatkan dari harian Serambi Indonesia:

[caption id="attachment_24214" align="alignleft" width="300"]Pengembangan Mesjid Baiturahman Banda Aceh Pengembangan Mesjid Baiturahman Banda Aceh[/caption]

[caption id="attachment_24215" align="alignleft" width="300"]Pengembangan Mesjid Baiturahman Banda Aceh Pengembangan Mesjid Baiturahman Banda Aceh[/caption]

[caption id="attachment_24216" align="alignleft" width="300"]Pengembangan Mesjid Baiturahman Banda Aceh Pengembangan Mesjid Baiturahman Banda Aceh[/caption]

Tentunya terkait dengan kritik dan saran yang baik demi pembangunan, dan tidak ada yang terlambat untuk kebaikan. Kata itu mungkin  suatu yang sering kita dengar dari sekian pesan para pemimpin dalam berpidato.

Mungkin juga selalu diharapkan oleh Gubernur Zaini, termasuk untuk  mengkritik Desain pengembangan Mesjid Baiturahman ini, karena tujuan untuk keindahhan dan menjaga kegagahan Mesjid Raya Baiturahman. (lia/sumber arsitekno.com)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.