Header Ads

Pantai Indah Suak Indrapuri Tercemar Batu Bara

acehbaru.com | Meulaboh - Ini adalah kesan pertama yang tidak menggoda. Pasalnya lokasi Pantai Suak Indrapuri, Meulaboh, Aceh Barat yang setiap hari libur ramai dipadati pengunjung, tapi kali ini mereka harus geleng kepala, karena pantai yang indah itu telah dicemari batu bara. Senin, 20 Juli 2015

Dalam laman Serambi, Minggu 19 Juli 2015 diberitakan pencemaran limbah hasil usaha orang kaya tersebut, karena di pelabuhan di Desa itu terjadi pembongkaran  batu bara

Batu bara masih berserakan di pantai dan air laut hitam karen terkontaminasi batu bara. Namun terdapat juga beberapa orang mandi laut tetapi jauh dari lokasi tersebut. Dampak tidak ada yang mandi laut menyebabkan penyewaan alat berenang seperti baju pelampung, ban mobil di lokasi itu menjadi sepi. "Batu bara banyak sekali dipinggir pantai. Kami cemas mandi karena kondisi itu," kata Mahadi, warga Meulaboh.

Rahmad, warga Meulaboh lainnya mengungkapkan, pantai Suak Indrapuri merupakan salah satu lokasi wisata yang ramai didatangi warga untuk berlibur baik hari Minggu dan Lebaran. Namun karena pencemaran laut dan pantai yang terjadi sebelum Ramadhan silam menjadi berkurang. "Batu bara tumpah dan mencemari karena pemerintah tidak serius menegur pihak yang membongkar di lokasi itu" katanya.

Beberapa warga Suak Indrapuri menyatakan, pencemaran laut dan pantai karena batu bara sudah berlangsung lama. Baru-baru ini sudah direkom oleh DPRK ke bupati untuk menghentikan bongkar muat batu bara milim PLTU karena pencemaran laut. "Kami masyarakat mendukung dihentikan bongkar di Pelabuhan Jetty sebab itu pelabuhan umum dan bukan khusus. Kami meminta dibongkar saja di pelabuhan mereka di kompleks PLTU Nagan Raya," kata Evo, warga setempat.

Ketua DPRK Aceh Barat, Ramli mengaku sudah mengeluarkan rekemondasi ke Pemkab untuk dihentikan aktivitas pembongkaran batu bara di pelabuhan. Sebab selain pencemaran lingkungan, paling parah juga kondisi pelabuhan uang rusak tidak diperbaiki. Bahkan DPRK menyebutkan, pembongkaran batu bara di lokasi padat penduduk bukan saja pencemaran, tetapi ruas dilintasi truk batu bara jalur dalam kota dan membahayakan penduduk. "Kami meminta PLTU membongkar di lokasi sendiri," jelas Ramli. (i/serambi)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.