Header Ads

Jokowi Akan Resmikan 1000 Bus BRT utk Kota & Kabupaten Indonesia

acehbaru.com | Jakarta - Pemerintah tengah menyiapkan sedikitnya seribu unit bus perkotaan untuk kota dan kabupaten di 33 provinsi di Indonesia. Program tersebut direncanakan akan rampung pada 2019 mendatang. 

Program "Seribu Bus Perkotaan" itu digulirkan Pemerintah sebagai kompensasi penghapusan subsidi BBM dan penyediaan alat transportasi massal yang lebih layak bagi masyarakat. 

Menteri Perhubungan (Menhub) RI, Ignasius Jonan mengatakan, program ini akan diresmikan Presiden Joko Widodo di lingkungan Industri Karoseri Laksana, Bergas, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Rabu, 29 Juli 2015, mendatang.

"Kenapa di sini (di Ungaran)? Karena di sini termasuk (tempat produksi yang) paling banyak. Ada 350 bus yang (akan dipoduksi di sini dan) akan dibagi ke 33 propinsi," kata Jonan saat meninjau langsung perusahaan karoseri ini bersama Dirjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan RI Djoko Sasono, Rabu, 22 Juli 2015.

Ia menyampaikan, dengan program ini diharapkan masyarakat dapat menikmati moda transportasi umum yang layak. Semakin banyak masyarakat yang naik kendaraan umum, semakin bahan bakar minyak dapat dihemat. 

"Masyarakat dapat menghemat penggunaan BBM dengan memanfaatkan transportasi umum," kata Jonan. 

Kementerian Perhubungan, lanjut dia, akan segera mengeluarkan sejumlah aturan mengenai standar angkutan umum yang layak. Misalnya, angkutan perkotaan atau transportasi publik umum harus memakai pengatur suhu ruangan atau AC semua. 

Presiden Joko Widodo direncanakan akan meresmikan produksi seribu bus kota di pabrik karoseri bus Laksana, di Ungaran, Jawa Tengah, Rabu 29 Juli 2015. Seribu bus kota yang akan diproduksi adalah bus kota dengan standar bus rapid transit (BRT). 

Kepala Pusat Penerangan Kementerian Perhubungan JA Barata mengatakan seribu bus yang akan diproduksi ditargetkan sudah bisa dioperasikan paling lambat pada akhir tahun ini. Nantinya bus-bus tersebut akan disebar ke kota-kota yang telah menerapkan sistem BRT, salah satunya Jakarta. "Kementerian Perhubungan kan ada program penambahan bus-bus di kota-kota yang sudah ada BRT. Ini supaya semakin banyak yang menggunakan angkutan umum," kata Barata kepada Kompas.com, Rabu, 22Juli 2015.

Menurut Barata, meski peluncuran akan dilaksanakan di pabrik Laksana, proses produksi bus akan disebar ke sejumlah perusahaan karoseri. "Groundbreaking-nya di Laksana, tetapi produksinya dibagi-bagi ke beberapa perusahaan karoseri," ujar dia. 

Sejauh ini selain Jakarta, kota-kota lain yang sudah menerapkan layanan bus kota berstandar BRT antara lain Semarang, Yogyakarta, Bandung, Palembang, Padang, Pekanbaru, dan Makassar. 

Sementara itu, Direktur Utama PT Transjakarta Antonius Kosasih mengatakan, bus-bus BRT program Kementerian Perhubungan yang akan dioperasikan di Jakarta nantinya akan digunakan untuk layanan Transjabodetabek. Transjabodetabek adalah layanan bus yang dirancang untuk melayani warga dari kota-kota penyangga yang sehari-hari beraktivitas di Jakarta. 

Sejauh ini, satu-satunya wilayah penyangga yang sudah dilayani oleh Transjabodetabek adalah Kota Tangerang Selatan lewat kehadiran bus Ciputat-Blok M yang beroperasi sejak Oktober 2014. "Diperkirakan sekitar 300 dari 1.000 bus tersebut akan dioperasikan di Jabodetabek sebagai bus aglomerasi yang akan beroperasi juga di busway dan mengangkut penumpang transjakarta tanpa perlu membayar biaya tambahan," kata Kosasih. | Kompas |

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.