Header Ads

Di Banda Aceh Ruang Belajar Siswa Putra dan Putri Dipisahkan

acehbaru.com | Banda Aceh - Pemerintah Kota Banda Aceh mulai memberlakukan kebijakan baru dalam dunia pendidikan. Mulai tahun ajaran baru ini, seluruh Sekolah Menengah Atas di ibukota provinsi itu mulai menerapkan pemisahan kelas antara siswa laki-laki dan perempuan.

Pemisahan ini beralasan untuk menjalankan syariat Islam dan menjadikan Banda Aceh sebagai Kota Madani, yang dalam beberapa tahun terakhir gencar dikampanyekan Walikota Banda Aceh Illiza Saaduddin Djamal.


Kebijakan pemisahan ruang belajar ini dituangkan dalam sebuah kebijakan Dinas Pendidikan dan Olahraga. Namun, aturan ini baru diberlakukan untuk siswa kelas satu.


Pantauan acehkita.com di SMU Negeri 4 Lampineung, ada delapan kelas yang sudah dipisah siswa laki-laki dan perempuan. Masing-masing kelas diisi oleh seluruh siswa laki-laki atau perempuan.



“Tahun ini kita coba bagi siswa kelas I dulu,” kata Kepala Sekolah SMA Negeri 4 Lampineung Syarifuddin kepada wartawan, Senin, 27 Juli 2015.


Bagi SMA 4, aturan ini bukan kebijakan baru. Secara internal, sekolah pernah memberlakukan pemisahan ruang belajar ini, meski belakangan kembali digabung.


Syarifuddin menyebutkan, kebijakan Dinas Pendidikan ini dikeluarkan karena Aceh sudah menerapkan syariat Islam dan Banda Aceh sudah mendeklarasikan diri sebagai kota madani.


“Wali murid dan masyarakat mendukung aturan ini. Mereka bilang positif,” kata Wakil Kepala Sekolah bidang Kesiswaan SMA 4 Muzakkir.


“Menurut saya bagus. Apalagi pola pikir laki-laki dan perempuan itu berbeda-beda,” kata seorang siswa kelas I, Hawizza Qanita Permana.


Menurutnya, penggabungan ruang belajar antara siswa laki dan perempuan bisa membuyarkan konsentrasi. “Karena kita lihat imej laki-laki itu suka mengganggu,” ujar Qanita.


Tahun ajaran baru ini SMA 4 memiliki 256 siswa baru. Mereka ditempatkan dalam delapan ruang kelas (tiga untuk siswa laki-laki dan lima kelas untuk siswa perempuan). | acehkita |

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.