Header Ads

1,2 Juta Hektar Sawah di Merauke, Mimpi Jokowi Disiang Bolong

acehbaru.com | Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah menyiapkan lahan seluas 4,6 juta hektar di Merauke, Provinsi Papua. Salah satunya untuk dikembangkan sebagai sentra lumbung padi. Saat ini 1,2 juta hektar sudah ditanami padi dan tidak lama lagi, Merauke akan mengekspor beras organik ke Mesir Hingga Arab Saudi.

"Beras organik produksi dari Merauke sudah tanam, kita tunggu hasilnya 4 bulan lagi (panen)," ujar Menteri Pertanian, Amran Sulaiman, seperti dilansir detikfinance, Kamis 23 Juli 2015.

Amran optimistis, panen akan berhasil dan produksi beras dari Merauke akan berlimpah hingga bisa diekspor.

"Tahun depan kita mulai ekspor (beras organik) ke Mesir, Saudi Arabia. Sudah ada permintaan dari sana beberapa waktu lalu," ungkap Amran.

Seperti diketahui, Presiden Jokowi memerintahkan jajarannya untuk mendorong pembangunan ekonomi di Indonesia Timur. Salah satunya dengan memanfaatkan potensi lahan yang menganggur seluas 4,6 juta hektar di Merauke. Di mana di sana akan dikembangkan sebagai sentra produksi pangan mulai dari padi, jagung, dan tebu.

"Dari 4,6 juta hektar tersebut, 1,2 juta hektar bisa dipakai untuk padi, jagung, dan tebu. Kalau semua lahan 4,6 juta bisa dikerjakan semua, hasilnya 1 hektar bisa 8 ton padi. Artinya hasilnya bisa 37 juta ton sekali panen, tiga kali panen 110 juta ton. Jadi hanya satu kabupaten bisa memenuhi produksi nasional yang sekarang mencapai 60-70 juta ton," kata Jokowi usai mengunjungi Merauke pada Mei lalu.

Namun, kampanye pemerintah Jokowi tersebut berlawanan dengan realita dilapangan dan berpotensi bohong. Pasalnya, Tim Ekspedisi Indonesia Biru yang dikomandoi Dandhy Dwi Laksono baru saja merilis sebuah trailer film dokumenter berjudul The Mahuzes, yang mengisahkan tentang perlawanan rakyat pribumi Papua (Mahuze) terhadap program paksa rancangan Jakarta yang 'memaksa'  Merauke sebagai lumbung pangan dan energi, atau Merauke Integrated Food and Energy Estate (MIFEE). (Baca: THE MAHUZEs(1): Tolak Merauke sebagai Lumbung Pangan dan Energi )

Berdasar temuan lapangan yang lebih real, Tim Ekspedisi Indonesia Biru menilai Klaim Menteri Pertanian ini selain berlebihan, juga berbeda dari informasi yang mereka peroleh di lapangan. (Baca: THE MAHUZEs(2): Ketika Merauke ‘dipaksa’ Jadi Lumbung Pangan dan Energi )

Pertama, mustahil Merauke menyediakan lahan pertanian tanaman pangan sampai 4,6 juta hektare. Angka ini sama persis dengan luas Merauke. Lalu permukiman, Taman Nasional Wasur, hutan lindung, dan daerah resapan air yang bila ditotal seluas 2,4 juta hektare akan ditaruh di mana? Juga lahan-lahan yang kadung ditanami kelapa sawit seluas 220 ribu hektare?  Kedua, tidak benar saat ini Merauke telah memiliki 1,2 juta hektare sawah.

Menurut data Dinas Kehutanan, sawah di Merauke saat ini hanya sekitar 43.000 hektare sejak Belanda mulai membuka sawah di Distrik Kurik, 61 tahun lalu. "1,2 juta hektare adalah mimpi Presiden Jokowi sendiri yang hendak mewujudkannya dalam tiga tahun" tulis pendiri situs berita acehkita.com, di halaman facebook Ekspedisi Indonesia Biru.

Inilah salah satu bahaya besar yang sedang mengancam Papua setelah kelapa sawit. Yakni proyek sawah sejuta hektare (MIFEE). Program era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan dikampanyekan oleh Wapres Boediono ini, kini diteruskan Presiden Joko Widodo.

"Ini sekaligus sebagai versi lain klaim pemerintah yang mengaku sudah menyiapkan lahan 4,6 juta hektare di mana 1,2 juta hektare di antaranya disebut-sebut sudah ditanami padi, sehingga tahun depan konon NKRI sudah bisa ekspor beras" Tulis Tim Dandy | ISB |

1 komentar:

  1. Ah....kalau tidak pencitraan bukan pemerintahan Jokowi namanya. Tuan /Presiden sama anak buah (menteri) bagai Pinang dibelah dua. Selalu berlebihan memberikan informasi. Membohongi rakyat. Mudahan Allah secepatnya melambat orang2x yang selalu membohongi rakyat.

    BalasHapus

Diberdayakan oleh Blogger.