Header Ads

“UU Perlindungan Anak Harus Ditinjau Ulang”

acehbaru.com | Aceh Utara- Bos dari Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Reuncong Aceh Jimbron, meminta Pemerintah Republik Indonesia untuk meninjau kembali UU Perlindungan anak. Pasalnya, UU tersebut telah menjadi momok yang menakutkan bagi orang tua dan para pendidik.


Kata Jimbron, para guru di sekolah-sekolah dan di dayah-dayah (pesantren) mengaku kewalahan dalam mendidik karena terbentur UU tersebut. Ada saatnya, dalam mendidik, mereka harus memberikan sedikit hukuman kepada santri atau siswa seperti menjewer kuping kepada santri dan siswa yang nakal.


UU Perlindungan Anak juga telah menghilangkan wibawa di hadapan siswa dan santrinya. Dengan diberlakukannya UUPA, membuat peserta didik berani dalam berbuat apa saja, seperti berani tidak disiplin, merokok dan sebagainya. Jika ada guru yang berani menjewer kuping atau menampar siswa yang nakal itu, maka hampir dapat dipastikan guru tersebut akan berurusan dengan pihak berwajib.


“Kalau mau jujur, ada banyak siswa harus ditampar atau dijewer telinganya lebih dulu, baru mau berubah ke arah yang lebih baik. Untuk merubah perilaku siswa tidak cukup hanya dengan seruan atau dengan peringatan-peringatan, tapi juga harus dengan tindakan,” kata Jimbron.


 Karena UUPA itu menjadikan banyak siswa yang bandel tidak menghiraukan peringatan gurunya. Banyak siswa yang bersikap tidak sopan. Karena siswa menganggap, gurunya pasti tidak berani mengkasari mereka, karena mereka merasa dilindungi oleh UU


Dalam islam, orang tua dibolehkan untuk menghukum anaknya yang telah wajib shalat, tapi tidak mengerjakannya dengan cara mencambuk. Hal ini dibolehkan, agar si anak mengerti yang mana hak dan kewajiban seorang hamba terhadap penciptanya.


“Karena efek buruk yang ditimbulkan, maka menurut hemat kami, UUPA harus segera ditinjau ulang dan DPR-RI serta Pemerintah Pusat harus segera merevisi UU itu. Jika pun harus dipertahankan, maka tidak diberlakukan bagi sekolah atau dayah-dayah. Karena UU itu telah mengekang kebebasan pendidik dalam merubah pola pikir siswa,” sebut Jimbron.


Saat ini, ada banyak siswa yang telah menjadi korban para mavia narkoba. Untuk merubah mereka menjadi anak yang baik tidak akan mampu merubah kalau hanya dengan seruan atau peringatan saja. Mereka harus dikasari dulu baru mau berubah. UU itu telah merantai kebebasan guru dalam mendidik di sekolah dan dayah. (abi).


Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.