Header Ads

Syehlah Geunta Maestro Seudati Aceh Berpulang Kerahmatullah

acehbaru.com - Innalillahi Wainna Ilaihi Rajiun… telah berpulang kerahmatullah Abdullah Abdurrahman (69) atau yang akrab disapa Syeh Lah Geunta sang Maestro Seudati Aceh meninggal dunia pukul 12.00 WIB, Sabtu, 20 Juni 2015 di kediamannya di Desa Seneubok Rambong, Idi Rayeuk, Aceh Timur. Ia terakhir melakukan pementasan Seudati tingkat internasional pada acara Expo 2010 di Shanghai Cina. Sabtu 20 Juni 2015




[caption id="attachment_23301" align="alignleft" width="300"]Abdullah Abdurahman atau Syehlah Geunta kondis fisiknya tahun 2010 lalu. Foto acehbaru.com | Dok Abdullah Abdurahman atau Syehlah Geunta kondis fisiknya tahun 2010 lalu. Foto acehbaru.com | Dok[/caption]

Nama Geunta yang tertulis dibelakang namanya benar-benar ‘berdengung’. Pasalnya Tari Seudati sudah menjadi bagian hidup Abdullah Abdurahman. Selain sudah menjiwai, juga dia sangat sadar bahwa Seudati adalah sebuah identitas Aceh yang unik dan menakjubkan.


“Dasarnya Seudati tidak terlepas budaya Islam adalah berawal dari kata Syahadaten dan syahati yang artinya suatu pengakuan,” Katanya kepada penulis saat mewawancaranya 2010 silam.


Di usia yang tidak muda lagi pada tahun 2010 silam, ia aktif melatih para penerus generasi tari Seudati agar tari Seudati jangan sampai punah di Sanggar Seudati Geunta Aceh dan Sanggar Seudati Kabupaten Aceh Utara, Sanggar Seudati Bireuen bahkan sepenjuru Aceh. Namun saat itu (2010) ia lebih sering diundang sebagai pelatih di Sanggar Pesona Langsa, Sanggar Pinto Aceh Langsa, Meuligo, Banda Beutari.


Syehlah yang dilahirkan di Bireuen pada tahun 1946 silam mulai menggeluti seni Seudati sejak sekolah dasar di Geulanggang Kabupaten Bireuen, memasuki SMP dia mulai manggung.




[caption id="attachment_23302" align="alignleft" width="300"]Pertunjukan Seudati Syehlah Pertunjukan Seudati Syehlah[/caption]

Saat itu warga Bireuen mengenalnya dengan sebutan Syehlah Aneuk Mit (Syeh Anak-Anak) atas ketekunan dalam bidang Seni tari ini, akhirnya dia menjadi Maestro penerobos kampanye Budaya Aceh dari tingkat daerah, Nasional hingga Internasional, seperti Jepang, Hongkong, Spanyol, Amirika, Serta memperoleh berbagai penghargaan Daerah, Nasional dan International, diantaranya Juara 1 Festival Kebudayaan Indonesia di Amirika Serikat 1990-1991


Kini Syehlah telah tiada, semoga mendapat tempat yang layak disisinya...


Dan setelah itu mungkin pertanyaan yang layak untuk kita tanyakan, adakah yang meneruskan permainan Tari yang telah membawa nama Aceh Meulambong ke seluruh dunia. Dengan meneruskan kepiawaan Syehlah dalam memainkan “Tangan menghentak tegas, kaki melangkah mundur dan maju. Dengan sedikit berjingkrat, dua telapak tangan menepuk bagian bawah dada. ‘Puk...’  (ira)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.