Header Ads

Situasi Pomdam Saat Terpidana Mati Prada Mart Kabur dari Penjara

acehbaru.com | Jakarta - Prada Mart Azzanul Ikhwan dihukum mati karena membunuh kekasihnya, Sinta yang hamil 8 bulan dan ibu Sinta yang bernama Opon. Tidak terima divonis mati, ia memilih kabur dari penjara Pomdam III/Siliwangi, Bandung.


Ia merencanakan kabur hampir satu bulan hingga datang situasi yang dianggap tepat yaitu pada 11 Juni 2013 sehabis maghrib. Saat itu, situasi di dalam penjara cukup ramai. Seluruh penghuni penjara dikumpulkan di aula di bawah pengawasan Dan Blok Serda Kurnia dan Dan Kar Kopka Edi Supartika. Prada Mart ikut berkumpul dalam ruangan itu.


Dalam pertemuan itu, Kapten Cpm Asri mengumumkan dirinya tengah ulang tahun. para tahanan maju satu per satu memberi ucapan selamat. Saat ikut mengantre memberi selamat, Prada Mart menerima BBM dari Serka Yosep.


"Bagaimana," tanya Serka Yosep dalam BBM yang diterima Prada Mart.


"Ya udah," jawab Prada Mart.


Lalu Prada Mart menyelinap keluar dari ruangan dan duduk di bangku panjang di dekat ruang piket dekat pintu keluar. Saat itu di ruang piket ada Prada Defri, Kopda Lambang Jayadi dan Sertu Dudi yang tengah bertugas sambil menonton TV.


"Kamu sudah makan belum, Mart?" tanya Pratu Defri.


"Sudah, Bang," jawab Prada Mart.


"Kamu mau steak nggak?" tanya Pratu Defri lagi.


"Ya udah, boleh Bang," jawab Prada Mart.


Setelah itu Pratu Defri menuju ruangan Mayor Ckm dr Ketut Sudiarsa. Dalam waktu yang bersamaan, Kopka Lambang menuju ruangan dekat tempat pembesuk. Prada Mart dibiarkan sendirian. Melihat situasi yang lengang, Prada Mart menuju pintu utama dan melihat kunci gemboknya dibiarkan tergantung di tempatnya. Tanpa pikir panjang, Prada Mart membuka pintu itu dan kabur!


Tidak jauh dari penjara, Serka Yosep sudah menunggu. Keduanya lalu kabur ke Sumedang. Pada 16 Juni, Prada Mart melanjutkan pelariannya ke Jakarta yaitu ke Cawang, Pulogadung dan berakhir di Bekasi lalu bersembunyi di rumah saudaranya. Selama pelarian, Prada Mart terus berhubungan dengan kekasihnya, Riska, lewat telepon.


Pada 23 Juni, Prada Mart akan bertemu kekasihnya di Terminal Pasar Rebo. Prada Mart datang ke lokasi sesuai waktu yang dijanjikan. Tetapi ternyata di lokasi aparat TNI sudah menunggu Prada Mart dan dalam hitungan detik Prada Mart dibekuk dan dikembalikan ke penjara.


Dalam kasus ini, Serka Yosep diadili dan dihukum 10 bulan penjara dan dipecat dari dinas TNI. Adapun Prada Mart tetap dihukum mati dan dikuatkan hingga tingkat kasasi. Hingga saat ini, Prada Mart belum dieksekusi.


Tahun lalu Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) III/Siliwangi Kolonel Benny Effendy menegaskan terpidana mati Prada Mart tetap meringkuk di sel tahanan Pomdam III/Siliwangi. Kabar kaburnya pembunuh ibu dan anak itu diklaim tidak benar.


"Dia ditahan tersendiri. Tangan dan kakinya terikat rantai. Kalau yang divonis hukuman mati, aturannya begitu (terikat rantai)," kata Benny saat berbincang via telepon pada 12 Juni 2013.(a/sumber: news.detik.com)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.