Header Ads

Robah Pola Anjangsana Ramadhan, Bupati Bireuen Serap Aspirasi Warga

acehbaru.com | Bireuen – Pola Pelaksanaan kegiatan safari Ramadhan Pemerintah Kabupaten Bireuen beberapa tahun belakangan dianggap tidak efisien, dimana rombongan bupati yang menuju suatu titik sasaran hanya datang menjelang berbuka puasa  terus shalat magrib , Isya dan Taraweh serta yang terakhir di isi dengan ceramah agama lalu pulang tanpa sempat berdialog  dengan para tokoh masyarakat ( tomas ) setempat.

Maka berdasarkan hasil musyawarah dengan semua jajaran di tingkat kabupaten untuk tahun ini pola pelaksanaan kegiatan anjangsana Ramadhan di robah, rombongan datang ke lokasi sekitar jam 16.00 sore untuk bisa shalat ashar bersama dengan warga kemudian dilanjutkan  dialog interaktif dengan para tokoh dan undangan lainnya untuk mendengar berbagai keluhan baik seputar desa mereka maupun kepentingan umum lainnya.

“Dengan pola ini saya tidak banyak berbicara, akan tetapi saya sangat ingin menerima masukan dari masyarakat untuk menyampaikan segala keluh kesah yang ada di sekitarnya”. demikian Ujar Bupati pada kunjungan Anjangsana Ramadhan hari ke 4 di Desa Lapehan Mesjid Kecamatan Makmur Kabupaten Bireuen , Kamis 25 Juni 2015 yang lalu.

Dalam dialog yang berlangsung selama satu jam lebih dengan masyarakat Kecamatan Makmur itu berbagai pertanyaan muncul kepermukaan, mulai dari masalah honor Tuha Peut 100 ribu/orang perbulan dan imum Gampong 400 ribu/bulan yang dinilai minim dibandingkan dengan Kaur dan Kadus yang mendapat  500 ribu per bulan , terhadap pertanyaan ini bupati menjawab bahwa posisi Tuha peut dan imum gampong adalah sebagai non perangkat desa , beda dengan kaur dan kadus yang statusnya sebagai perangkat desa .

“Kedepan kita akan usahakan peningkatan jerih Tuha Peut dan imum Gampong agar sesuai dengan yang lainnya menurut kemampuan daerah, malah saya sudah mengusulkan ke DPRK untuk tahun depan Tuha Peut akan mendapatkan sepeda motor,”. Ujar Ruslan

Disamping itu warga makmur mempertanyakan tentang pembangunan Puskesmas Makmur yang belum selesai dikerjakan, sedang dibidang pendidikan masyarakat menyesalkan terhadap pemindahan tenaga pendidik yang dinilai tidak sesuai malah banyak posisi tenaga pendidik di makmur kosong selama ini.

Di kesempatan yang lain warga juga berharap perbaikan sarana transportasi yang sudah lama rusak parah dan yang terakhir mereka menginginkan kepada bupati untuk mencurahkan perhatian  terhadap realisasi pembangunan irigasi teknis Alue Geurutut yang dapat dimamfaatkan oleh petani di kecamatan makmur dan Gandapura sehingga mereka tidak lagi bercocok tanam sistem tadah hujan. Harap warga

Semua keluhan masyarakat yang tercurah lewat dialog tersebut akan di terapkan dalam Musyawarah Rencana pembangunan ( Musrenbang ) tingkat kabupaten , sehingga keluh kesah masyarakat dapat terealisasikan. Kata bupati

Pada akhirnya bupati mengajak semua lapisan masyarakat untuk bisa membangun bireuen ke depan, karena tidak mungkin saya dan jajaran lainnya yang hanya memikirkannya.

Pada kesempatan safari ramadhan hari ke 4 itu disamping menyerahkan bantuan dana untuk pembangunan masjid Baitul Ihsan juga menyerahkan satu sirine serta bantuan pribadi bupati 300 sak semen untuk pembangunan meunasah Lapehan Mesjid. (sal)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.