Header Ads

Puluhan Gepeng Terjaring Razia di Lhokseumawe

acehbaru.com | Lhokseumawe- Sebanyak 21 gelandangan dan pengemis (Gepeng) terjaring razia di Kota Lhokseumawe, Selasa sore, 23 Juni 2015. Mereka dirazia oleh petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP) bersama Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Kota Lhokseumawe.


Para gepeng itu terjaring saat mangkal di traffic light Simpang Empat, SPBU Kota Lhokseumawe, pasar kota dan sejumlah lokasi lainnya. Ketika tertangkap petugas, mereka tidak dapat berbuat apa-apa dan langsung digiring ke dalam mobil patroli Satpol PP.


Pantauan acehbaru.com, umumnya gepeng tersebut dari kalangan laki-laki lanjut usia dan perempuan yang kondisi fisiknya cacat. Bahkan, ada juga gepeng yang kondisi fisiknya sehat-sehat.


Razia itu langsung di pimpin oleh Kepala Kantor Satpol PP dan WH Kota Lhokseumawe, M. Irsyadi bersama Kepala Bidang (Kabid) Pelayanan Rehabilitasi Kesejahteraan Sosial pada Dinas Sosial Kota Lhokseumawe, Nurdahlina.


“Kita hanya melakukan penertiban gepeng di wilayah Lhokseumawe untuk membantu Dinas Sosial. Jadi 21 gepeng itu langsung dibawa ke kantor Satpol PP dan WH guna pendataan,”ucap Kepala Kantor Satpol PP dan WH Kota Lhokseumawe, M. Irsyadi, kepada acehbaru.com, Selasa, 23 Juni 2015.


Kata dia, dari 21 gepeng itu masing-masing 11 orang diantaranya berasal dari Kabupaten Aceh Utara dan 10 orang lagi asal Kota Lhokseumawe. Namun, kesemua gepeng itu telah dikembalikan kepada keluarganya baik dari Kota Lhokseumawe maupun ke Aceh Utara.


“Kedepan mereka tidak lagi meminta-minta di jalan raya, karena dapat menganggu kertitaban umum dan keselamatan daripada pengemis itu sendiri,”ungkap M. Irsyadi. Sebutnya, razia atau penertiban ini akan dilakukan selama tiga hari, yakni mulai tadi (Selasa,red), besok dan lusa.


Kami Hanya Untuk Cari Makan


Sementara itu, beberapa pengemis kepada acehbaru.com, mengaku, mencari uang dengan meminta kepada orang lain, karena terpaksa. “Kami tidak mungkin bekerja dan kondisi fisik cacat. Seharusnya, pemerintah dapat memberikan modal usaha dan pembinaan kepada kami,”ucap beberapa pengemis tersebut.


Kata mereka, jika tidak mencari makan dengan meminta, maka tidak uang untuk membeli makanan dan lebih-lebih kebutuhan berbuka puasa dan sahur nantinya. (man)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.