Header Ads

PNS Segera Nikmati Gaji 13, Cair Bulan Ini

acehbaru.com | Jakarta- Seluruh aparatur sipil negara (ASN), TNI, Polri serta pensiunan siap-siap menerima gaji ke-13. Pasalnya, izin prinsip Menteri Keuangan untuk proses pencairan gaji ke-13 sudah keluar. Dia menyebutkan, pencairan gaji ke-13 lebih cepat dibanding tahun lalu karena keinginan presiden membantu seluruh aparatur menyambut bulan puasa. Gaji ke-13 yang diterima baik pegawai aktif maupun pensiunan sebesar satu bulan gaji pokok.


“Kita harapkan bisa diterima dalam bulan Puasa. Ini juga menjadi perhatian Bapak Presiden, mengingat pada bulan puasa ini banyak kebutuhan aparatur negara dan pensiunan,” ujar Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Yuddy Chrisnandi.


Terkait gaji ke – 13, sambil menikmati sajian yang dihidangkan di rumah peristirahatan Bupati Tabanan, Yuddy mengatakan bahwa proses di Kementerian PANRB sudah selesai. Kementerian Keuangan sudah menyiapkan anggarannya, tinggal ditandatangai Presiden.


“Gaji 13 tanpa potongan ya. Kalau misalnya di gaji bulanan ada potongan macam-macam, nah di gaji 13 seluruhnya diberikan,” tegas Yuddy. “Semuanya proses administrasi di tingkat pemerintah sudah selesai. Alhamdulillah izin Menkeu juga sudah keluar. Demikian juga Presiden Jokowi telah meminta segera mencaikan secepatnya,” kata Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB) Yuddy Chrisnandi di kantornya.


“Kita harapkan bisa diterima dalam bulan Puasa. Ini juga menjadi perhatian Bapak Presiden, mengingat pada bulan puasa ini banyak kebutuhan aparatur negara dan pensiunan,” ujarnya, seraya menambahkan bahwa besarannya sama dengan gaji yang diterima terakhir.


Tetapi awak media dari Kota Subak itu tetap saja menggali informasi dan kebijakan terkait isu-isu yang tengah menggelinding dan menyentuh sendi-sendi kehidupan masyarakat, mulai dari gaji ke-13, ijazah palsu, sampai duskresi.


Teka-teki mengenai waktu pembayaran gaji ke-13 terjawab sudah.  Sekretariat Kabinet menginformasikan jika Presiden Joko Widodo (Jokowi) sudah menandatangani Peraturan Pemerintah (PP) terkait pencairan gaji ke-13 dan pembayaran rapelan kenaikan gaji 2015. Pegawai Negeri Sipil (PNS) pun dipastikan panen rezeki pada Juli nanti.


Kepala Biro Hukum, Komunikasi, dan Informasi Publik Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN RB) Herman Suryatman mengatakan, pihaknya sudah menerima salinan dua PP tersebut dari Istana. “Paling lambat pekan pertama Juli bisa cair,” ujarnya, Herman menyebut, selain PNS dan TNI/Polri, gaji ke-13 juga akan dinikmati para pejabat negara, mulai dari presiden dan wakil presiden, ketua, wakil ketua dan anggota MPR, DPR, DPD, Mahkamah Konstitusi, Mahkamah Agung, KPK, hingga gubernur dan wakil gubernur serta bupati/walikota dan wakilnya.


Menurut Herman, pencairan gaji ke-13 memang selalu dilakukan menjelang perayaan Lebaran. Gaji tambahan ini diharapkan berperan sebagaimana tunjangan hari raya (THR) yang diterima para pegawai swasta.


“Saat Puasa dan Lebaran, kebutuhan rumah tangga kan biasanya naik, jadi gaji ke-13 ini mudah-mudahan bisa meringankan,” katanya.


Sementara itu, terkait rapelan kenaikan gaji, Herman mengatakan jika besaran kenaikan gaji PNS 2015 sudah ditetapkan sebesar 6 persen, sedangkan untuk pensiunan naik 4 persen. Aturan ini sebenarnya sudah berlaku sejak Januari 2015, namun baru dicairkan setelah terbitnya PP. “Jadi, nanti dirapel (periode) Januari – Juni, dicairkan bareng gaji ke-13,” ujarnya.


Adapun detail penerimaan besarnya gaji ke-13 yang akan diterima oleh pegawai negeri sipil bulan ini sesuai dengan PP mengenai pencairan gaji ke-13  yang telah ditanda tangani oleh presiden Joko Widodo adalah sebagai berikut :




  • Untuk PNS Golongan I dengan masa kerja 0 tahun naik dari Rp 1.402.400 menjadi Rp 1.488.500. Adapun gaji tertinggi untuk golongan I (Id) masa kerja 27 tahun adalah Rp 2.558.700 (sebelumnya Rp 2.413.800).

  • Untuk golongan II, gaji terendah (IIa masa kerja 0  tahun) kini adalah Rp 1.926.000 (sebelumnya Rp 1.816.900). Sedang yang tertinggi (IId masa kerja 33 tahun) adalah Rp 3.638.200 (sebelumnya Rp 3.432.300).

  • Gaji PNS golongan III, terendah (IIIa masa kerja 0 tahun) kini adalah Rp 2.456.700 (sebelumnya Rp 2.317.600). Adapun gaji tertinggi untuk PNS golongan III (IIId masa kerja 32 tahun) kini menjadi Rp 4.568.800 (sebelumnya Rp 4.310.100).

  • Untuk PNS golongan IV, gaji terendah (IVa masa kerja 0 tahun) kini menjadi Rp 2.898.500 (sebelumnya Rp 2.735.300). Sementara gaji tertinggi PNS (golongan IVe masa kerja 32 tahun) kini menjadi Rp 5.620.300 (sebelumnya Rp 5.302.100).


Sebelumnya, Menteri PAN dan RB Yuddy Chrisnandi sempat menjanjikan jika gaji ke-13 bakal dicairkan satu pekan sebelum masuk Bulan Puasa atau sekitar 10 Juni 2015. “Harga kebutuhan pokok kan sudah naik, jadi supaya bisa meringankan beban (PNS),” katanya.


Namun, hal itu rupanya tidak bisa diwujudkan. Lantas, mengapa harus menunggu sampai awal Juli 2015, padahal PP sudah ditandatangani awal Juni 2015. Menurut Herman, setelah PP terbit, pencairan memang baru bisa dilakukan setelah adanya Peraturan Menteri Keuangan (PMK). “Pak Menteri (Yuddy) berharap bisa cair sebelum Puasa, tapi dari pihak Kementerian Keuangan menyatakan baru bisa (mencairkan) awal Juli nanti,” ucapnya.


Dengan dikeluarkannya PP mengenai pembayaran gaji ke-13 yang telah ditanda-tangani oleh presiden Joko Widodo pada bulan Juni 2015 ini merupakan kepastian pencairan gaji ke-13 yang merupakan tunjangan khusus dari pemerintah bagi para pegawai negeri sipil untuk dapat membantu memenuhi kebutuhan mereka dalam bulan puasa. Sehingga diharapkan dengan pencairan gaji ke-13 ini dapat memacu kinerja para pegawai negeri sipil agar lebih baik dan mengingat bulan puasa jangan dijadikan alasan bagi para pegawai untuk bermalas-malasan karena pemerintah sendiri mengeluarkan edaran bahwa jam kerja PNS di seluruh instansi pemerintah hanya 32.5 jam per minggu. (sumber: cpnskementerian.info)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.